Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.460
  • EMAS662.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Kawasan industri di luar Jawa

Rabu, 06 Maret 2019 / 13:12 WIB

Kawasan industri di luar Jawa

Perekonomian di Luar Jawa masih bergantung pada sumber daya alam. Proporsi sektor pertanian dan pertambangan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi di Luar Jawa mencapai 32,2% pada 2018.

Tak mengherankan, pertumbuhan ekonomi provinsi itu berfluktuasi mengikuti gerak harga komoditas. Namun, ketergantungan tinggi terhadap komoditas menyebabkan pertumbuhan ekonomi wilayah tadi mudah terguncang mengikuti pergerakan harga komoditas yang memang fluktuatif.

Perlu disadari era kejayaan komoditas (commodity boom) sudah berakhir. Sejak 2015, harga minyak mentah, minyak sawit, batubara, nikel dan karet menurun. Kondisi itu berefek pada provinsi berbasis komoditas terutama migas, CPO, karet dan batubara seperti Aceh, Riau, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan dan Papua yang sejak tahun 2014 mengalami pertumbuhan ekonomi rendah bahkan negatif.

Kebijakan mengurangi ketergantungan terhadap komoditas perlu untuk mengatasi ketidakstabilan ekonomi di Luar Jawa yang tentu berefek terhadap ekonomi nasional.

Salah satu upayanya mendorong perkembangan industri manufaktur di Luar Jawa. Selain mengurangi ketergantungan komoditas, upaya itu bisa mengurangi biaya angkut barang dari Jawa ke Luar Jawa yang mahal akibat muatan kosong dari Luar Jawa. Jangka panjang, ekonomi Luar Jawa harus mampu bertransformasi dengan menjadikan sektor industri sebagai tulang punggung perekonomian agar tumbuh lebih tinggi dan sustainable.

Namun, perkembangan industri di Luar Jawa saat ini cenderung terbatas. Pertumbuhan sektor industri manufaktur di Luar Jawa pada 2018 hanya 3,82% YoY, lebih rendah dari tahun sebelumnya 4,36% YoY. Proporsi sektor industri manufaktur terhadap PDRB provinsi di Luar Jawa juga menurun dari 15% pada 2016 menjadi 14,6% pada 2017.

Pemerintah telah memiliki beberapa program untuk mendorong industri pengolahan di Luar Jawa, antara lain menciptakan kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus. Fokusnya adalah membangun industri berbasis sumber daya alam. Dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), pemerintah berencana membangun 17 kawasan industri dan 11 kawasan ekonomi khusus dengan total investasi Rp 418,4 triliun.

Dari jumlah itu, sebanyak 14 kawasan industri dan 10 kawasan ekonomi khusus berada di Luar Jawa dengan total investasi Rp 365,7 triliun. Kebutuhan investasi terbesar adalah proyek KEK Tanjung Api-Api di Sumatra Selatan senilai Rp 12,3 triliun.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0455 || diagnostic_web = 0.3711

Close [X]
×