kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.595
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS610.041 0,33%

Kecelakaan penerbangan dan tata kelola inspeksi

Selasa, 06 November 2018 / 14:50 WIB

Kecelakaan penerbangan dan tata kelola inspeksi



Kecelakaan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 menunjukan kondisi inspeksi pesawat terbang komersial di Tanah Air sangat riskan. Fakta menunjukan penerbangan malam JT 610 dari Bandara Ngurah Rai ke Soekarno-Hatta sehari sebelum terjadi kecelakaan sudah mengalami gangguan serius yang membuat penumpang panik. Namun pagi harinya JT 610 diterbangkan ke Pangkal Pinang lalu mengalami kecelakaan fatal.

Masalah inspeksi JT 610 sebelum kecelakaan harus diteliti dan diusut secara tuntas. Bisa jadi masalah inspeksi tersebut merupakan puncak gunung es buruknya tata kelola inspeksi pesawat oleh maskapai penerbangan. Tata kelola itu perlu di audit investigasi. Jika terjadi penyimpangan, maka maskapai Lion Air harus diberikan sangsi berat.

Masalah kompetensi SDM maskapai dalam hal ini teknisi di lapangan terkait kegiatan inspeksi harus dibenahi secara total. Apalagi JT 610 merupakan jenis pesawat baru yang memiliki filosofi desain dan aircraft system yang berbeda dengan jenis pesawat lainnya. Perbedaan tersebut menyebabkan kompetensi teknisi dilapangan kurang memadai jika terjadi masalah teknis.

Ada pelajaran berharga dari musibah JT 610 bahwa engineer dan teknisi belum sepenuhnya menguasai teknologi tinggi terkait tipe pesawat. Di lain pihak maskapai terus berambisi melakukan pengadaan pesawat baru. Ada indikasi maskapai berbiaya murah (low cost carrier atau LCC ) selama ini memangkas biaya dan aktivitas yang terkait dengan inspeksi dan perawatan pesawat terbang.

Apalagi pada saat ini Indonesia sedang menghadapi masalah serius terkait tingginya kebutuhan dollar untuk belanja impor suku cadang dan komponen pendukung penerbangan. Data BPS menunjukkan salah satu barang impor penguras dollar yang menyebabkan defisit anggaran adalah aneka jenis mesin dan komponen pesawat terbang.

Kebutuhan dolar yang melonjak untuk mengimpor suku cadang dan komponen pesawat terbang membuat esensi tarif LCC menjadi tidak relevan lagi. Kondisinya semakin runyam jika masalah diatas ditutupi dengan mereduksi aspek keselamatan penerbangan. Untuk itu perlu segera audit dan menghitung kembali struktur biaya operasional maskapai dan besaran tarif. Apakah ada dusta tersembunyi yang berpotensi menimbulkan malapetaka bagi konsumen.

Selama ini maskapai pandai membeli produk teknologi tinggi tapi kurang menguasai teknologi karena kendala dana dan SDM. Termasuk teknologi perawatan, pendukung operasional dan rantai pasok suku cadangnya.

Maskapai berlomba-lomba membeli pesawat terbang baru dari industri pesawat terbang terkemuka dunia, seperti Boeing dan Airbus. Pengadaan pesawat itu berupa tipe terbaru yang lebih canggih dari generasi pesawat sebelumnya. Seperti contohnya tipe pesawat Boeing 737 MAX 8.

Langkah maskapai yang terlalu mengutamakan jam terbang pesawat dan aspek on time performance (OTP) belum disertai dengan daya dukung engineer, teknisi dan fasilitas inspeksi yang cukup.

Pembelian pesawat terbang dari luar negeri sangat membutuhkan daya dukung SDM teknologi yang memadai. Seperti halnya teknisi atau tenaga ahli perawatan pesawat. Apalagi kini jenis profesi diatas masih kurang bahkan bisa dibilang langka di Tanah Air.

Pesawat sejenis Boeing 737 sudah pasti memiliki sistem yang canggih dan modern yang mampu mengatasi berbagai kondisi darurat. Kecanggihan suatu sistem sangat tergantung tertib regulasi dan kondisi inspeksi di bandara.

Operasional moda transportasi udara yang sarat teknologi canggih masih belum disertai budaya korporasi yang mampu menjunjung tinggi faktor keselamatan. Sebetulnya peringatan tegas tentang prosedur keselamatan penerbangan telah dikeluarkan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Tapi otoritas perhubungan di Indonesia masih belum sepenuhnya mengimplementasikannya. Sudah cukup lama ICAO melihat kelemahan mendasar dalam mengawasi keselamatan penerbangan. Yakni kelemahan organisasi dan infrastruktur serta SDM berkompeten.


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0507 || diagnostic_web = 0.4058

Close [X]
×