kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45787,34   -2,20   -0.28%
  • EMAS937.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.23%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Kedewasaan kelas dunia ala digital start up


Senin, 24 September 2018 / 14:33 WIB
Kedewasaan kelas dunia ala digital start up

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Sejak tahun 1990-an hingga hari ini, kelahiran perusahaan digital (digital start up) yang pesat merupakan fenomena dalam manajemen strategis di seluruh dunia. Startupranking.com mempublikasikan hasil risetnya bahwa di negeri ini terdapat 1.887 perusahaan start up. Hasil tersebut menempatkan Indonesia berada di peringkat enam dunia sebagai negara penghasil digital start up terbanyak setelah Amerika Serikat (AS), India, Inggris, Kanada, dan Jerman. Jumlah yang belum mencatatkan diri, tentu lebih besar.

Adapun peringkat pertama perusahaan start up Indonesia versi startupranking.com saat ini adalah Bukalapak. Perusahaan ini ternyata mengandalkan inovasi teknologi yang berkelanjutan yang menjadi kekuatan situs itu sejak didirikan tujuh tahun lalu.

Peluncuran aplikasi Android, dilanjutkan dengan penyediaan fitur yang membuat pembeli tidak perlu melakukan registrasi akun terlebih dahulu ketika akan membeli barang, menjadi dua contoh kecil inovasi digital yang pernah dilakukan perusahaan marketplace tersebut.

Sumber digital menyebutkan, inovasi jadi rutinitas di start up ini karena mereka konsisten mencari talenta potensial. Beberapa kualifikasi utamanya adalah memiliki kapabilitas pembelajaran yang memadai serta harus menjadi pribadi yang senang berbagi ilmu ke sesama rekan

Fakta manajemen talenta tersebut mengkonfirmasi hasil sebuah penelitian di Taiwan tentang pengaruh kesesuaian rekan kerja (partner match) dalam proses pembelajaran organisasinya. Tujuannya adalah supaya bisa menghasilkan inovasi teknologi yang efektif.

Peringkat kedua perusahaan startup Indonesia versi Startupranking.com ditempati Blibli. Inisiasi start up ini agak berbeda dibandingkan start up Indonesia pada umumnya. Blibli adalah produk salah satu anak perusahaan rokok nasional yang bergerak di industri digital. Sejak berdiri, Blibli telah bekerja sama dengan beberapa perusahaan kelas dunia di berbagai bidang.

Jejak digital mencatat, start up berkonsep belanja online ala mal ini telah melakukan berkali-kali perubahan tampilan situsnya dalam rentang waktu mulai dari tahun 2012 sampai dengan sekarang. Dalam perjalanan bisnisnya, Blibli telah berkali-kali melakukan perubahan teknologi dan situs mereka di dunia maya. Perubahan-perubahan tersebut dilakukan setelah mereka mendapat masukan dari pengguna Blibli dan evaluasi dari tim teknologi internal. Pelajaran pentingnya di sini adalah bahwa Blibli bersedia mendengar dan belajar dari berbagai pihak.

Sukar rasanya tidak menyebut Tokopedia ketika berbicara tentang start up Indonesia. Perusahaan start up yang pernah menduduki peringkat teratas Indonesia versi Startupranking.com ini memiliki konsep online marketplace yang terasa aman bagi pemilik usaha kecil.

Berbeda dengan perusahaan-perusahaan start up tempo dulu yang menyibukkan diri mencari posisi strategis di benak konsumen bagi brand mereka, pendiri Tokopedia berkutat dengan usaha memperbaiki isi dan layanan dalam online marketplace yang dibangun. Keuntungan finansial belum jadi target utama kinerja perusahaan. Pemikiran inilah sepertinya yang mendorong lahirnya inovasi-inovasi digital yang produktif dalam start up ini secara berkelanjutan.

Gambaran singkat tentang unicorn pertama di Indonesia tersebut memperkuat temuan Sveiby (2001) dalam studinya tentang teori perusahaan berbasis pengetahuan. Tokopedia menjadi perusahaan yang haus pengetahuan sejak berdiri. Proses pembelajaran secara berkelanjutan dilakukan secara internal dan dengan pihak eksternal yang direkam secara formal lewat internet.

Ketiga contoh tadi menunjukkan betapa banyak tindakan organisasi tidak lazim yang terjadi dalam perusahaan start up. Budaya organisasi unik ala perusahaan teknologi kelas dunia yang sudah masuk tahap matang seperti Google atau Facebook dihadirkan di perusahaan-perusahaan start up di Indonesia yang umumnya dimiliki anak-anak muda.



TERBARU
Terpopuler

[X]
×