kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,14   -3,74   -0.39%
  • EMAS956.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.46%
  • RD.CAMPURAN -0.55%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Kesiapan Rumah Sakit

oleh Sandy Baskoro - Redaktur Pelaksana


Rabu, 16 Desember 2020 / 10:13 WIB
Kesiapan Rumah Sakit
ILUSTRASI.


Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Kita tidak ingin perang melawan korona (Covid-19) berkepanjangan. Namun jika melihat penanganan korona belakangan ini, harapan menghentikan pandemi dalam tempo singkat masih berat.

Di tengah tuntutan vaksin gratis bagi seluruh masyarakat Indonesia, kasus baru korona belum menunjukkan penurunan. Hingga Selasa (15/12), ada tambahan 6.120 kasus baru yang terinfeksi Covid-19 di Indonesia, sehingga totalnya menjadi 629.429 kasus positif korona.

Sedangkan jumlah pasien yang sembuh dari korona bertambah 5.699 orang menjadi sebanyak 516.656 orang. Adapun jumlah pasien yang meninggal akibat virus korona bertambah 155 orang menjadi 19.111 orang. Tren kasus baru terus menanjak menjelang tutup tahun 2020. Pada Agustus lalu, angka kasus harian Covid-19 masih di bawah 3.000 orang. Saat ini, angkanya sudah di rentang 5.500 hingga 6.000 kasus korona per hari.

Apabila kasus harian konsisten di level 6.000-an, maka hingga akhir tahun nanti bakal ada tambahan 96.000 kasus baru. Alhasil, di ujung 2020, jumlah kasus positif korona di Nusantara akan menembus angka 700.000 orang.

Pertumbuhan kasus baru korona di Indonesia begitu masif. Hal ini diamini oleh salah seorang pelaku usaha rumah sakit swasta. Pada pertengahan tahun, jumlah pasien positif berdasarkan hasil swab test di rumah sakit itu masih di bawah 5% dari total pasien yang menjalani tes. Namun saat ini, angka positif sudah mencapai 20% dari total pasien yang menjalani swab test. Dengan kata lain, apabila angka swab test 1.000 orang, maka 200 orang dinyatakan positif Covid-19.

Kenyataan ini harus menjadi perhatian semua pihak. Apalagi fasilitas kesehatan di Indonesia masih terbatas. Bahkan ada kekhawatiran, jika kasus semakin melonjak, rumah sakit dan fasilitas kesehatan pendukungnya bakal kolaps.

Di Jakarta saja, ketersediaan kamar di sejumlah rumah sakit mulai terbatas. Kecemasan pun melanda daerah, sebab fasilitas kesehatan di pelosok tidak lengkap selayaknya Jakarta dan kota besar lainnya.

Maka ke depan, pemerintah harus menyiapkan peta jalan penyediaan fasilitas kesehatan yang memadai. Pengusaha juga perlu melihat kebutuhan ini. Kini, langkah paling logis adalah mencegat penyebaran korona sejak di hulu. Sekali lagi, pemerintah harus tegas menjalankan aturan protokol kesehatan. Jika tak ingin rumah sakit kolaps, maka disiplin 3M harus menjadi budaya baru di masa new normal.

Penulis : Sandy Baskoro

Redaktur Pelaksana




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×