kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Korona dan Solidaritas

oleh Sandy Baskoro - Redaktur Pelaksana


Kamis, 19 Maret 2020 / 12:25 WIB
Korona dan Solidaritas
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Maria Ignatia Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Penyebaran virus korona (Covid-19) di Indonesia semakin gawat. Hingga kemarin (18/3) siang, pasien positif virus korona bertambah menjadi 227 kasus. Ini berarti ada 55 kasus baru dibandingkan sehari sebelumnya (17/3).

Dari jumlah itu, terdapat 19 pasien positif korona yang meninggal dunia. Angka itu lebih banyak dibandingkan jumlah pasien yang sembuh, yakni 11 pasien.

Peta persebaran kasus korona juga semakin luas. Saat ini, Covid-19 telah menjangkiti warga di sedikitnya 10 provinsi. Kesepuluh provinsi itu adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Yogyakarta, Sumatra Utara, Lampung, Riau dan Kalimantan Timur.

Ini merupakan data yang kelihatan. Boleh jadi, jumlah riil kasus Covid-19 di lapangan bisa jauh lebih besar, mengingat Indonesia punya sederet keterbatasan dan kelemahan dalam mendeteksi virus korona.

Misalnya, minimnya fasilitas kesehatan untuk tes virus korona. Padahal tak sedikit pasien dan calon pasien yang menunggu di luar sana. Belum lagi koordinasi di tingkat pusat dan daerah yang belum padu. Anggaran juga menjadi salah satu kendala utama dalam menangkal serangan korona.

Di saat darurat seperti ini, semua pihak seharusnya bersatu. Pemerintah semestinya mengambil inisiatif untuk mengakhiri tanda tanya publik tentang solusi menghadapi wabah korona.

Sambil menagih langkah konkret pemerintah, tentu tak ada salahnya bagi kita menebarkan pesan solidaritas. Dan mereka yang paling berpeluang untuk mengambil peran strategis itu adalah orang-orang kaya di Indonesia.

Kita bisa berkaca pada komitmen para miliarder di luar sana, mereka begitu sigap membantu pemerintah dalam penanganan wabah korona. Bernard Arnault, miliarder pemilik Louis Vuitton, misalnya, menyulap tiga pabrik parfumnya untuk memproduksi hand sanitizer. Louis Vuitton akan mendistribusikan produk tersebut secara cuma-cuma kepada otoritas Prancis.

Jack Ma, miliarder Tiongkok dan salah satu pendiri Ali Baba, siap menyumbangkan 500.000 alat uji virus korona dan 1 juta masker ke Amerika Serikat.

Di saat rumit seperti ini, rasanya pesan Bung Karno, salah satu pendiri negara ini, patut untuk kita renungkan kembali. "Tidak seorang pun yang menghitung-hitung, berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya."

Penulis : Sandy Baskoro

Redaktur Pelaksana




Close [X]
×