Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.140
  • EMAS682.000 0,44%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Lompatan daya saing, mudik, dan hilirisasi

Rabu, 12 Juni 2019 / 14:58 WIB

Lompatan daya saing, mudik, dan hilirisasi

Kado Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah atau Lebaran tahun ini datang dari dua kabar gembira, yakni dari dalam negeri dan luar negeri. Kita mulai dari dalam negeri terlebih dahulu. Dari banyak pemberitaan yang muncul di media terungkap bahwa mudik tahun ini sangat lancar. Bahkan, ini merupakan mudik terlancar sepanjang sejarah republik ini.

Bayangkan saja, Jakarta ke Surabaya kini bisa ditempuh lewat jalur darat kurang dari 10 jam. Jakarta ke Situbondo bahkan ditempuh hanya 14 jam. Padahal, dulunya bisa 20 jam.

Begitu juga dengan Jakarta ke Palembang. Berkat ruas jalan tol terpanjang di Indonesia, yakni Bakauheni-Palembang, Jakarta menuju Palembang bisa ditempuh hanya dalam waktu delAPAN jam.

Kelancaran arus mudik tersebut dibarengi dengan penurunan secara drastis angka kecelakaan lalu lintas darat. Menjelang Lebaran, angka kecelakaan tercatat mengalami penurunan sampai 80% dibandingkan dengan tahun lalu. Sementara jumlah korban meninggal juga turun hingga 50%.

Ditengah gonjang-ganjing dan olahan politik, ternyata ada banyak nyawa terselamatkan tahun ini karena perbaikan infrastruktur. Satu nyawa terselamatkan, menunjukkan bahwa tak sia-sia ratusan triliun rupiah yang kita investasikan untuk pembangunan jalan tol selama ini.

Kita beralih ke kabar gembira dari luar negeri. Lembaga riset yang berbasis di Swiss, IMD World Competitiveness Center merilis peringkat daya saing Indonesia 2019 melesat 11 peringkat ke atas tahun ini. Indonesia kini bertengger di urutan ke-32. Sebelumnya, tahun 2018 berada di peringkat ke-43. Raihan ini adalah lompatan daya saing tertinggi sejak republik ini berdiri.

Di antara berbagai negara di dunia, lompatan daya saing Indonesia merupakan yang tertinggi kedua dunia. Melesat 11 peringkat, Indonesia hanya terkalahkan oleh Arab Saudi yang naik 13 tingkat. Daya saing kita kini bersaing ketat dengan dua negara maju, yaitu Prancis dan Jepang, yang berada di satu dan dua tingkat di atas kita.

Digabung menjadi satu, baik mudik maupun daya saing merupakan satu hal yang menarik muncul, yakni perbaikan keduanya dipicu oleh pembangunan satu sektor yakni infrastruktur yang pembangunannya secara masif. Pembangunan infrastruktur sudah dikerjakan dalam empat tahun terakhir.

Kendati demikian, khusus untuk peningkatan daya saing memang terdapat empat indikator besar yang diukur dari peringkat tersebut, yaitu kinerja ekonomi, efisiensi birokrasi, efisiensi bisnis, dan infrastruktur.

Namun, yang paling menonjol dari semua itu adalah perbaikan infrastruktur. Saat ini, daya saing infrastruktur Indonesia secara keseluruhan masih berada di posisi 53. Meski masih pada posisi tersebut, infrastruktur sudah mampu menjadi faktor pendorong yang membuat doing business di Indonesia menjadi efisien.

Peringkat business efficiency Indonesia mengalami kenaikan pesat dari posisi 35 pada 2018 lalu ke posisi 20 pada 2019. Artinya, ada perbaikan dari berbagai sisi, termasuk layanan logistik.

Tanda-tanda perbaikan sudah terlihat sejak dua tahun terakhir. Utamanya, dalam hal kemudahan berbisnis. Ease of Doing Business (EoDB) atau kemudahan berbisnis di Indonesia oleh World Bank atau Bank Dunia menunjukan banyak perbaikan di tiga aspek, yakni indeks memulai bisnis (starting a business), lalu indikator mendapatkan kredit (getting credit), dan pendaftaran properti (registering property).

Kembali ke infrastruktur, pembangunan infrastruktur memang menjadi ciri khas (unique legacy) pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Sejak reformasi, rendahnya stok infrastruktur nasional menjadi kendala percepatan pembangunan industri nasional. Makanya, suatu langkah tepat bila sejak tahun 2015 pemerintah mengalihkan belanja subsidi (konsumtif) menjadi belanja modal (produktif). Dananya dipakai untuk membangun infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0429 || diagnostic_web = 0.3312

Close [X]
×