kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Masalah Dunia

oleh Thomas Hadiwinata - Redaktur Pelaksana


Jumat, 31 Januari 2020 / 10:14 WIB
Masalah Dunia
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Penanggulangan wabah virus korona sudah seharusnya dilakukan di tingkat dunia. Dari data terbaru mengenai jumlah korban yang meninggal, jumlah orang yang terinfeksi, serta lokasi penyebaran virus , kita patut mewaspadai seberapa cepat dan seberapa jauh varian terbaru dari virus korona ini akan menyebar.

Pemerintah China, yang dikutip BBC pada Rabu kemarin, menyatakan, sudah ada 7.711 kasus penderita virus korona di negerinya. Jumlah korban tewas di China akibat virus yang memiliki nama resmi 2019-nCoV itu kini mencapai 170 jiwa.

Otoritas kesehatan di Beijing juga menyatakan tidak ada lagi kawasan di negerinya yang tidak memiliki penderita virus korona. Ini jelas informasi yang patut diwaspadai.

Jangan lupa, China merupakan negara dengan populasi terbesar di dunia, lebih dari 2 miliar jiwa. Dengan penduduk sebanyak itu, China pun menjadi pasar incaran banyak perusahaan kelas dunia.

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan China kini juga bermain di tingkat dunia. Itu berarti ada banyak orang dari banyak negara, yang keluar dari ataupun masuk ke Negeri Tembok Raksasa setiap harinya.

Dengan posisi China semacam itu, virus korona tentu akan semakin mudah melanglang buana. Memang, jumlah penderita yang positif terinfeksi virus korona di luar China hingga pekan ini masih terbilang sangat sedikit.

Namun yang memprihatinkan, jumlah negara yang melaporkan keberadaan penduduknya yang terinfeksi virus corona terus bertambah. Negara yang melaporkan penderita penyakit yang disebabkan virus korona ini tidak sebatas negara-negara di kawasan Asia, seperti Korea Selatan, tetapi juga Jerman, bahkan Kanada.

Jika melihat wilayah penyebarannya yang sudah sedemikian luas, virus korona tak bisa lagi kita sebut sebagai masalah China saja. Upaya menyetop peredaran virus ini sudah seharusnya ditanggung oleh seluruh negara-negara di dunia.

Kita tentu berharap organisasi kesehatan dunia (WHO) dalam pertemuannya yang dijadwalkan berlangsung pekan ini, bisa menghasilkan rencana aksi untuk membatasi penyebaran virus korona.

Andai WHO dan seluruh negara bergerak cepat pun, penyebaran virus korona sangat mungkin masih berlangsung hingga satu-dua tahun mendatang. Lihat saja, wabah virus sindrom pernafasan akut (SARS) yang muncul pada 2002. Penyebaran virus itu baru bisa dikendalikan di akhir tahun 2003.

Penulis : Thomas Hadiwinata

Redaktur Pelaksana




TERBARU

Close [X]
×