Close
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.900
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Media dalam politik

Kamis, 13 September 2018 / 10:25 WIB

Media dalam politik



Kebebasan pers yang ditunjukkan dengan sikap objektif, berimbang, adil dan netral dalam pemberitaan, akan kembali diuji dalam pemilihan presiden (Pilpres) tahun depan. Seperti juga terjadi pada Pilpres 2014, walau proses kampanye belum dimulai, namun keberpihakan media pada satu pasangan calon presiden dan wakil presiden sudah mulai terasa.

Tidak hanya terasa dalam diskusi di internal redaksi, keberpihakan juga terlihat dari masuknya para pemilik media di garis depan pemenangan pasangan capres dan cawapres yang akan berlaga tahun depan. Dipilihnya Erick Thohir sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Capres Joko Widodo dan Cawapres Ma'ruf Amin menandai bagaimana peran media masih penting dalam memenangkan kontestasi dalam pemilihan pemimpin Indonesia di masa datang.

Erick merupakan pendiri Mahaka Group. Perusahaan itu merupakan induk dari sejumlah perusahaan yang memiliki fokus pada bisnis media dan entertainment. Selain televisi dan media cetak, Mahaka juga memiliki jaringan radio yang sangat luas di Indonesia. Selain Erick, di belakang kubu Jokowi-Ma'ruf Amin ada MNC Group melalui pemiliknya Hary Tanoesoedibjo. Hary juga merupakan Ketua Umum Partai Perindo. Selain itu juga ada Media Grup yang dimiliki oleh Surya Paloh, yang juga merupakan Ketua Umum Partai Nasdem. Bisa jadi media-media yang bernaung dalam VIVA Group juga akan menjadi pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, sebab kelompok usaha media milik Bakrie Group ini juga memiliki kedekatan dengan Partai Golkar yang merupakan pendukung petahana.

Sedang di kubu Capres Prabowo Subianto dan Cawapres Sandiaga Uno, sampai saat ini memang belum tampak jelas grup media besar yang akan menyokong. Sandiaga melalui Recapital, diketahui sebelumnya memiliki media Bloomberg Business Week Magazine dan Bloomberg TV dan Harian Indonesia Finance Today (IFT), namun mereka sudah tutup pada 2016 lalu. Walau Prabowo-Sandiaga minim dukungan media mainstream, bukan berarti mereka kalah sebelum bertarung. Bisa jadi melalui kekuatan media sosial, dukungan suara diraih.

Yang pasti pertarungan resmi akan dimulai 23 September 2018. Dihari itu, proses kampanye Pilpres 2019 dimulai. Saat itulah kita bisa melihat, apakah media bisa menempatkan diri sebagai pelayan kepentingan publik, bukan pemilik modal, dengan menaati prinsip dan Kode Etik Jurnalistik.•

Uji Agung Santoso

Reporter: Uji Agung Santosa

TERBARU
MARKET
IHSG
-7,92
5.874,30
-0.13%
 
US/IDR
14.893
0,19
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

×