Close
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.900
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Melacak penghindaran pajak

Jumat, 24 November 2017 / 15:38 WIB

Melacak penghindaran pajak



Penerapan AEoI

Pajak yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan (di negara residen maupun di negara tempat pendapatan itu bersumber) tak mampu diraih karena hartanya sudah dipindahkan ke negara-negara surga pajak (tax haven). Tentu ini tak bisa dibiarkan terus. Pemerintah telah memberikan kesempatan dengan menyelenggarakan program pengampunan pajak, dalam beberapa periode dan berakhir di bulan Maret 2017. Sebagai solusi jangka pendek, program pengampunan pajak bakal dilanjutkan oleh solusi jangka panjang: Penerapan Pertukaran Informasi Otomatis Antarnegara  atau Automatic Exchange of Information (AEoI).

AEoI adalah pengiriman informasi tertentu mengenai wajib pajak pada waktu tertentu, secara periodik, sistematis dan berkesinambungan dari negara sumber penghasilan atau tempat menyimpan kekayaan, kepada negara residen wajib pajak. Sebuah negara sumber yang dimaksud adalah negara di mana wajib pajak menerima penghasilan seperti dividen, bunga dan lain-lain.

Sebagai contoh, misalnya Mr Ozi menerima US$ 1 juta dalam dividen di negara A, tapi Mr Ozi tetap dan berada di negara B (dia adalah warga negara B). Otoritas negara A dapat mengirim AEoI mengenai informasi keuangan Mr Ozi ke negara B. Otoritas pajak negara tempat tinggal, kemudian dapat menganalisis data yang ditransmisikan dalam AEoI dan, jika perlu, dengan memanfaatkan data yang mereka dapat melakukan kegiatan penegakan hukum untuk memastikan bahwa wajib pajak telah memenuhi kewajibannya dengan baik.

Saat ini terdapat 100 negara atau yurisdiksi (termasuk negara anggota G20) yang telah berkomitmen untuk melakukan AEoI.  Sekitar 50 negara/yurisdiksi melakukan AEoI pertama kali pada bulan September 2017 dan sisanya 50 negara/yurisdiksi melakukan AEoI pertama kali pada bulan September 2018 termasuk Indonesia. Di antara negara tersebut, termasuk Hongkong, Singapura, Swiss, Australia, serta yurisdiksi yang dianggap sebagai tax haven (Ortax, 2017).

Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Co-operation and Development/OECD) pada laporannya yang bertajuk Base Erosion and Profit Shifting Action 13, juga memperkenalkan pendekatan untuk ketentuan dokumentasi atas transfer pricing. Untuk menyongsong hal tersebut, Menteri Keuangan telah menerbitkan peraturan tentang jenis dokumen dan/atau informasi tambahan yang wajib di simpan oleh wajib pajak yang melakukan transaksi dengan para pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dan tata cara pengelolaannya.

Kuncinya dari pengaturan ini adalah menekankan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istimewa. Prinsip kewajaran dan kelaziman usaha selanjutnya dipetakan dalam Dokumen Penentuan Harga Transfer.

Ada tiga kriteria wajib pajak yang melakukan transaksi afiliasi. dan itu ditentukan dari: (i) nilai peredaran bruto tahun pajak sebelumnya; (ii) nilai transaksi afiliasi tahun pajak sebelumnya dalam satu tahun pajak; (iii) pihak afiliasi yang berada di negara atau yurisdiksi dengan tarif pajak penghasilan lebih rendah dari pada tarif pajak penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 UU tentang Pajak Penghasilan.

Tidak dapat dibantah disiplin fiskal sangat dibutuhkan untuk membiayai program kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, dan program pengentasan kemiskinan lainnya. Sektor migas yang dulunya pernah menjadi primadona dalam pendapatan negara, sekarang sudah tak bisa diharapkan. Sedangkan, penerimaan dari aktivitas perdagangan internasional juga tertekan karena adanya globalisasi dan reduksi tarif yang disyaratkan World Trade Organization (WTO).

Apalagi beberapa dekade terakhir penerimaan pajak di Indonesia masih belum optimal dengan ditandai tax ratio yang tergolong rendah–jika dibandingkan dengan rata-rata tax ratio negara atau negara berpendapatan menengah lainnya. Bahkan jika menggunakan indikator tax effort (penerimaan pajak aktual terhadap potensinya) maka Indonesia hanya memiliki setengah dari potensi yang ada.


TERBARU
MARKET
IHSG
-7,92
5.874,30
-0.13%
 
US/IDR
14.893
0,19
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

×