Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.568
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS655.000 -0,15%

Melihat kembali potensi ekonomi digital

Kamis, 29 November 2018 / 14:48 WIB

Melihat kembali potensi ekonomi digital

Masa depan adalah ekonomi digital. Maka, beralasan jika hasil riset Mc Kinsey & Company menegaskan potensi sangat besar dari ekonomi digital. Fakta ini didukung temuan belanja online yang tahun 2017 mencapai US$ 8 miliar dan akan menembus US$ 65 miliar (Harian KONTAN, 22 November 2018).

Potensi ekonomi digital tersebut tidak bisa terlepas dari perkembangan internet yang semakin mudah dan murah. Selain itu, aspek pembiayaan yang juga semakin mudah memberikan dampak simultan dari potensi dari ekonomi digital ke depan. Realitas ini menjadi peluang dan tantangan di semua aspek. Bukan hanya lembaga pembiayaan, tapi juga logistik pengiriman. Termasuk regulasi yang berlaku.

Jika dicermati, potensi ekonomi digital tidak terlepas dari perubahan perilaku dari konsumen pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Betapa tidak, persepsi tentang belanja saat ini tidak lagi terfokus kepada perpindahan dari rumah ke mal atau pasar swalayan tapi juga bisa berubah dari tunai ke non-tunai, dari katalog belanja ke klik dan dari model tradisional yang offline ke model belanja modern yang online.

Hal ini juga didukung keberadaan armada transportasi online. Sehingga memungkinkan transaksi tanpa harus keluar rumah, termasuk juga aspek layanan Go Food. Artinya, era digitalisasi memungkinkan terjadinya perubahan perilaku belanja.

Potensi besar dari ekonomi digital tentunya harus juga didukung dengan regulasi atau kebijakan yang konstruktif termasuk salah satunya adalah di bidang fintech.atau teknologi finansial (tekfin). Meskipun demikian, persoalan tekfin juga harus dicermati karena Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) melaporkan di tahun ini ada 200 pengaduan pembiayaan tekfin yang terdiri bunga pinjaman yang mencekik dan teror penagihan pinjaman.

Bahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir 341 tekfin yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga beralasan jika YLKI merekomendasikan kepada OJK agar keberadaan tekfin ilegal tidak merugikan dan meresahkan masyarakat. Terkait ini, tekfin diprediksi menyalurkan kredit sampai Rp 20 triliun hingga akhir tahun ini. Realitas itu mengacu data OJK sampai Agustus 2018 penyaluran tekfin peer to peer atau P2P mencapai Rp 11,7 triliun.Yang juga menarik dicermati ternyata ancaman tekfin ilegal terus bertambah dan data dari Kominfo menegaskan sampai Senin 26 Nopember jumlahnya mencapai 385 aplikasi (Harian KONTAN, 27 November 2018). Realitas ini secara tidak langsung memberikan gambaran tentang potensi pertumbuhan tekfin dalam konteks pembiayaan meski di sisi lain fakta ancamannya tetap harus diwaspadai karena bisa memberikan dampak negatif terhadap kepercayaan masyarakat.

Artinya, pengawasan oleh pihak terkait, terutama OJK menjadi sangat penting agar jangan sampai terjadi seperti kasus Pakto 27/1988 yang kemudian memicu booming perbankan dalam konteks kuantitas meski tidak sepadan dengan aspek kualitasnya. Sehingga akhirnya memicu sentimen terhadap kepercayaan masyarakat.

Eksistensi tekfin dalam memacu potensi ekonomi digital memang tidak diragukan lagi dan karenanya pemerintah melalui OJK berkepentingan memacu peran tekfin terutama mendorong penggunaan teknologi itu sebagai platform inklusi keuangan terutama meningkatkan akses pendanaan bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), selain potensi lain dalam pembiayaan berbasis ekonomi syariah.

Hal ini tidak terlepas dari eksistensi tekfin yang memiliki penetrasi tinggi sehingga dapat menjangkau semua kalangan yang ada di masyarakat. Mengacu Fintech Report 2017 saat ini ada 196 tekfin rintisan yang memiliki investasi US$ 176,75 juta dan sampai Agustus 2018 fintech P2P lending yang ada di Indonesia mencapai 70 perusahaan dengan akumulasi pinjaman Rp 11,68 triliun atau tumbuh 355,73% dari periode serupa tahun lalu.


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0596 || diagnostic_web = 0.4147

Close [X]
×