kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.945
  • EMAS704.000 -1,40%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Melirik merpati berharga Rp 1 miliar


Rabu, 03 Juli 2019 / 12:47 WIB

Melirik merpati berharga Rp 1 miliar

Tak sia-sia selama satu setengah tahun terakhir ini, Aristyo Setiawan menangani Jayabaya. Selama berada di tangannya, Jayabaya telah meraih pelbagai prestasi di tingkat lokal maupun nasional. Peluang Jayabaya untuk meraih prestasi lebih tinggi lagi terbuka lebar. Maklum, usianya baru dua tahun. Jika tak ada aral melintang, masa produktifnya masih cukup panjang. Mungkin karena inilah, Jayabaya pun dihargai cukup tinggi.

Ya, saat ini, Jayabaya merupakan pencetak rekor merpati dengan nilai penjualan paling tinggi di Indonesia. Akhir pekan lalu, Jayabaya yang dibesarkan di Bandung, resmi diboyong ke Bogor dengan nilai penjualan mencapai Rp 1 miliar. Ini nilai tertinggi merpati grade A di kalangan para pehobi burung. Sebelumnya, nilai merpati berprestasi umumnya di bawah Rp 600 juta. Ambil contoh, Dori (Rp 570 juta), Lets Go (Rp 527 juta), Qiu-Qiu (Rp 500 juta), Jendral (Rp 350 juta), Matador (Rp 170 juta), MK Junior (Rp 150 juta).

Apa kehebatan Jayabaya? Tahun lalu, burung spesialis merpati tinggi kolong meja ini dinobatkan menjadi burung terbaik PMTI 2018, ajang perlombaan merpati tingkat nasional yang diadakan oleh Persatuan Merpati Tinggian Indonesia. Jayabaya juga menempati ranking ketiga Liga Bansel (Bandung Selatan). Pembeli yang rela menggelontorkan Rp 1 miliar tentu berharap Jayabaya bakal menorehkan prestasi dan rekor-rekor lainnya.

Rekor merpati Rp 1 miliar sebenarnya masih terlalu kecil. Maret lalu, Armando, merpati balap asal Belgia, memecahkan rekor penjualan di situs lelang Pigeon Paradise senilai € 1,25 juta atau sekitar Rp 20 miliar, menumbahkan rekor sebelumnya yang senilai € 376.000 atau sekitar Rp 6 miliar. Pembeli dari China kabarnya bakal membiakkan merpati itu untuk menghasilkan merpati unggulan.

Ada nilai, ada kualitas. Nah, kualitas juga dinilai dari rekam jejak, baik itu dari prestasi yang diraih maupun proses bertumbuh menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Usai pemilihan presiden 2019, tentu merupakan waktu yang pendek selama empat tahun ke depan untuk membangun rekam jejak para calon presiden berikutnya yang diperkirakan muncul dari kalangan lebih muda.

Membangun citra yang positif sekaligus menunjukkan prestasi dan keunggulan merupakan cara ampuh untuk menarik simpati dan dukungan masyarakat. Menolak kekalahan hanya memperbesar citra negatif. Seperti Jayabaya, kalau mau dianggap bernilai, tunjukkan lebih prestasi ke depan.

Bagus Marsudi


Reporter: Bagus Marsudi
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0458 || diagnostic_web = 0.2884

Close [X]
×