kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.170
  • SUN95,28 0,51%
  • EMAS661.000 0,15%
  • RD.SAHAM 0.08%
  • RD.CAMPURAN 0.07%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Menakar stick and carrot bagi eksportir

Rabu, 09 Januari 2019 / 15:58 WIB

Menakar stick and carrot bagi eksportir
ILUSTRASI. ILUSTRASI OPINI - Mudiknya Devisa Hasil Ekspor SDA


Winston Churchill pernah menulis dalam suratnya pada 6 Juli 1938 dengan kata-kata sedemikian rupa, hingga mampu mengangkat konsep stick and carrot. Akhirnya konsep ini diterapkan terhadap berbagai kebijakan pemerintahan kontemporer saat ini. Dalam metaforanya Churchill menggambarkan sebuah tongkat yang ujungnya dibiarkan wortel menggantung di depan hidung seekor keledai Austria kurus untuk menarik pedati Nazi ke atas bukit yang terus menanjak. Sementara pedati itu sarat beban.

Stick and carrot ini akan diterapkan pemerintah dalam peraturan pemerintah yang akan diberlakukan secara efektif per 1 Januari 2019 nanti terhadap para eksportir sumber daya alam (SDA). Carrot (wortel) dalam konteks ini adalah insentif, sementara stick (tongkat) sanksi yang akan dikenakan atas ketidakpatuhan pengusaha SDA seperti pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan.

Intinya pemerintah akan memberi insentif perpajakan berupa tarif pajak rendah bahkan 0% atas Pajak Penghasilan Final (PPh Final) bunga deposito dari Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang ditanamkan pada Sistem Keuangan Indonesia (SKI), dan ditempatkan dalam rekening khusus pada bank devisa. Sebaliknya bagi pengusaha SDA yang tidak mengindahkan aturan tersebut akan terkena sanksi administrasi berupa: tidak dapat melakukan ekspor, denda, dan/atau pencabutan izin usaha sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Devisa Hasil Ekspor merupakan devisa dari hasil kegiatan ekspor. Mengapa pemerintah memberi perhatian ekstra pada DHE? Pertama, karena dapat menjadi sumber dana yang berkesinambungan bagi pembangunan nasional. Kedua dapat memberikan kontribusi yang optimal secara nasional jika penempatannya dilakukan melalui perbankan di Indonesia. Dan ketiga bermanfaat untuk mendukung terciptanya pasar keuangan yang lebih sehat dan upaya menjaga kestabilan nilai rupiah.

Nah, inilah salah satu peran Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas moneter yang bertanggung jawab memelihara kestabilan nilai rupiah. BI sendiri pernah mengeluarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/10/PBI/2014 tentang Penerimaan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan Penarikan Utang Luar Negeri, namun disinyalir aturan ini tak cukup bergigi. Karena dari total ekspor sebesar 90% yang sudah masuk rekening perbankan dalam negeri hanya 15% yang dikonversi ke rupiah (Harian KONTAN, edisi Rabu, 21 November 2018). Karena itu pemerintah berwacana untuk mempertegas sanksi bagi pengusaha SDA yang tidak patuh dengan merilis peraturan pemerintah terbaru.

Padahal Peraturan Bank Indonesia No.16/10/PBI/2014 telah mengatur seluruh DHE wajib diterima melalui bank devisa. Bahkan eksportir harus menyampaikan informasi yang tercantum pada pemberitahuan ekspor barang (PEB) terkait DHE yang diterima bank devisa. Penyampaian informasi dilakukan paling lambat tanggal 5 bulan berikutnya setelah DHE diterima. Bagi eksportir yang melanggar bisa dikenai sanksi administrasi mulai denda paling tinggi Rp 100 juta, hingga penangguhan ekspor.

Pemberian insentif perpajakan tersebut sebenarnya bukan barang baru. Peraturan Pemerintah Nomor 123/2015 tentang Pajak Penghasilan atas Bunga Deposito dan Tabungan Serta Diskonto Sertifikat Bank Indonesia telah mengatur hal tersebut.

Mari kita telusuri lebih jauh isi dari Peraturan Pemerintah Nomor 123/2015. Atas bunga deposito dalam mata uang rupiah yang dananya bersumber dari DHE dan ditempatkan dalam SKI pada bank devisa di Indonesia akan dikenai tarif PPh Final sebagai berikut: tarif 7,5% dari jumlah bruto untuk deposito dengan jangka waktu 1 bulan, tarif 5% untuk jangka waktu 3 bulan, dan tarif 0% untuk jangka waktu 6 bulan atau lebih.


Video Pilihan

Tag
TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0564 || diagnostic_web = 0.4101

Close [X]
×