Close
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.900
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Mendorong ekspor jasa lewat kebijakan PPN

Jumat, 14 September 2018 / 15:22 WIB

Mendorong ekspor jasa lewat kebijakan PPN



Langkah pemerintah

Pengembangan ekspor jasa sejatinya telah tertuang dalam dokumen RPJMN 2015-2019. Fokusnya, memperluas akses pasar jasa dalam perdagangan internasional serta memberikan insentif kepada perusahaan-perusahaan untuk berinvestasi dalam sektor tersebut. Rencana strategis Kementerian Perdagangan bahkan telah menargetkan rasio ekspor jasa terhadap PDB sebesar 3,5% serta pertumbuhan ekspor jasa dalam kisaran 16%-19% pada tahun 2019.

Lantas, apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk mencapai target tersebut? Dalam konteks pajak, solusinya hanya satu, yaitu menerapkan destination principle secara konsisten dan menyeluruh terhadap PPN atas ekspor jasa. Di jangka pendek, pemerintah dapat melakukan revisi terhadap aturan teknis, yaitu Peraturan Menteri Keuangan Nomor 70/PMK.03/2010 jo. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30/PMK.03/2011.

Tujuannya jelas, memperluas jenis jasa yang dikenakan PPN dengan tarif 0% serta memberikan aturan main yang jelas dalam pengawasan substansi ekspor jasa. Dalam jangka menengah, perlu ada revisi dari UU PPN yang dapat menetapkan bahwa seluruh ekspor jasa merupakan objek PPN dengan tarif 0%. Langkah ini memang tidak mudah, namun sangat layak untuk dilakukan. Selain berdampak bagi berkurangnya defisit neraca jasa, setidaknya ada tiga manfaat dari penerapan PPN dengan tarif 0% atas ekspor jasa.

Pertama, pengenaan PPN tarif 0% atas ekspor jasa ini akan berdampak langsung pada pada sektor tenaga kerja. Daya saing yang meningkat akan menciptakan permintaan tambahan serta produktivitas atas jasa dari Indonesia. Kita tentu ingin mendorong lebih banyak pelaku jasa Indonesia, misalkan desainer, konsultan, ataupun jasa pelayaran, untuk go international.

Kedua, dampaknya terhadap sektor perdagangan dan investasi. Penanaman modal atas sektor jasa di Indonesia akan lebih atraktif bagi investor. Peluang kita untuk menjadi pusat penyedia jasa, baik jasa administrasi, riset, hingga keuangan, dalam global value chain semakin terbuka lebar.

Ketiga, tambahan penerimaan negara dari berkembangnya aktivitas jasa. Pundi-pundi baru, setidaknya dari pajak korporasi dan pajak penghasilan karyawan, akan mengalir. Memang benar bahwa penerapan tarif 0% tersebut akan menciptakan revenue forgone di sektor PPN. Namun, nantinya bisa dikompensasi dengan potensi pajak lainnya.

Sebagai penutup, sudah saatnya kita mengalihkan perhatian kepada ekspor jasa. Mengurai regulasi pajak ekspor jasa tidak hanya berpotensi meningkatkan daya saing Indonesia, tetapi juga membuka pintu-pintu kemungkinan yang baru bagi wajah ekonomi kita ke depan.•

Darussalam
Managing Partner DDTC


TERBARU
MARKET
IHSG
-7,92
5.874,30
-0.13%
 
US/IDR
14.893
0,19
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

×