Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.185
  • SUN95,68 0,05%
  • EMAS667.500 0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Mendorong investasi ekonomi digital

Rabu, 30 Januari 2019 / 13:08 WIB

Mendorong investasi ekonomi digital

Ekonomi digital terus berkembang. Mengutip United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), saat ini belanja online di negara maju dilakukan hampir dua pertiga penduduknya.

Secara global, nilai transaksi belanja online meningkat. Dibandingkan delapan tahun lalu, nilai transaksi business to consumer (B2C) terhadap PDB global naik tiga kali lipat, dari 0,5% menjadi 1,5%. Di Indonesia, ekonomi berbasis internet setara 3% PDB, rata-rata tumbuh 49% antara 2015 hingga 2018 (Google Temasek, 2018). Pada 2018 nilainya US$ 27,2 miliar. Berdasarkan empat sektor utama ekonomi digital, proporsi perdagangan online mencapai 45%, diikuti travel online (32%), transportasi online dan pengantaran makanan (14%), serta media online (10%).

Ekonomi digital adalah penerapan teknologi digital berbasis internet untuk kegiatan produksi dan perdagangan barang atau jasa. Ekonomi digital butuh infrastruktur teknologi memadai seperti jaringan internet, hardware dan software pendukung, hingga layanan telekomunikasi. Contohnya, penyaluran pinjaman oleh perusahaan teknologi finansial membantu masyarakat dan UMKM meraih akses pembiayaan. Per Oktober 2018, peminjam melalui aplikasi peer to peer lending menjadi 2,8 juta akun, naik 11 kali lipat dibanding akhir 2017, sementara nilai pinjaman naik enam kali lipat menjadi Rp 16 triliun (OJK).

Mengutip riset Google dan Temasek, nilai investasi ekonomi digital di ASEAN meningkat. Pada 2015, investasi dari private equity, modal ventura, dan investor korporasi di empat sektor utama ekonomi digital mencapai US$ 1,1 miliar. Di 2016, nilainya naik lebih dari empat kali jadi US$ 4,7 miliar, kemudian di 2017 US$ 9,4 miliar. Di semester I 2018 nilainya US$ 9,1 miliar, naik 2,5 kali lipat dari periode sama 2017. Setengah nilai investasi 2018 masuk transportasi online dan pengantaran makanan, 30% ke perdagangan online. Singapura dan Indonesia menjadi dua negara tujuan investasi dengan proporsi masing-masing 75% dan 20%.

Meski banyak berefek positif, ekonomi digital punya catatan. Pertama, efek perdagangan online terhadap sektor ritel. Perdagangan online yang kian marak dikhawatirkan menambah pengangguran dan mengurangi daya saing di ritel tradisional. Bagi investor, penting memastikan semua sektor tumbuh bersama.

Kedua, terkait akuisisi atau penyertaan modal secara masif dari asing ke perusahaan lokal. Implikasinya, perusahaan lokal beralih ke penguasaan asing, termasuk penguasaan data. Soal ini, investor perlu kejelasan mengenai kebijakan kepemilikan asing di perusahaan lokal.

Ketiga, terkait perpajakan. Ekonomi digital yang banyak disokong UMKM butuh insentif, baik pajak maupun non-pajak, untuk mendukung pertumbuhan. Saat ini ada beberapa tantangan dalam mengembangkan ekonomi digital di Indonesia.


Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0010 || diagnostic_api_kanan = 0.0674 || diagnostic_web = 0.7791

Close [X]
×