kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.895
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Mengantisipasi disrupsi budaya kerja

Senin, 16 April 2018 / 13:19 WIB

Mengantisipasi disrupsi budaya kerja



Sebuah hasil studi mengejutkan tentang dunia kerja di era digital dirilis oleh Gallup. Terungkap bahwa, hanya 13% karyawan yang benar-benar bekerja sebagaimana mestinya di kantor. Artinya, sebanyak 87% karyawan kantoran merasa terpaksa masuk kantor. Mereka ini ngantor sekadar untuk menggugurkan kewajiban.

Makan gaji buta, mereka menerima upah setiap bulan hanya karena rutin setor muka atau sidik jari (baca : absen finger print). Sementara kinerjanya tidak optimal. Yang menyedihkan, perusahaan yang sebetulnya sudah mengetahui hal ini, tak dapat berbuat banyak.

Kita memang telah lama terkooptasi mindset, bekerja adalah masuk kantor. Bahkan, seorang desainer grafis kondang yang bekerja dari rumah dan melayani klien internasional pernah dicurigai memelihara tuyul karena ia terlihat hanya di rumah saja, sementara pundi-pundinya terus terisi. Kekonyolan seperti ini banyak terjadi.

Pada saat bersamaan, pandangan bahwa mereka yang bekerja berarti pergi pagi dan pulang malam semakin mengakar. Instrumen tentang bekerja berarti punya kantor secara fisik. Tak peduli, di kantor ia diam berleha-leha, nge-gim atau ngobrol ngalor ngidul hingga jam pulang.

Keberadaan key performance indocators (KPI) tak banyak berarti. Bahkan perlu ditinjau kembali. Semestinya sumber daya yang ada masih bisa dioptimalkan dengan model kerja yang fleksibel.

Anda mungkin termasuk karyawan atau tipe pekerja yang disebutkan dalam studi Gallup tersebut. Tak perlu merasa bersalah. Bekerja terkurung di balik tembok dan partisi ruangan yang kita sebut sebagai kantor memang semakin terasa menjemukan. Terutama setelah perkembangan teknologi komunikasi kian maju dan memungkinkan kita bekerja dari mana saja.

Terlebih, suasana kerja di kebanyakan kantor masih mempertahankan tradisi lama. Terasa kaku, serius, dan kadang-kadang menegangkan. Hal itu menciptakan atmosfer kerja yang tidak nyaman. Implikasinya tentu saja ke performa kerja.

Sebuah studi menarik dilakukan oleh sekelompok ekonom di University of Warwick. Ditemukan bahwa kebahagiaan, termasuk yang dibangun dari lingkungan kerja efektif mendorong lonjakan produktivitas hingga 12%. Sebaliknya, tingkat produktivitas pekerja yang tidak bahagia terbukti merosot 10% di bawah rata-rata.

Ada banyak alasan mengapa bekerja di kantor menjadi tidak menarik. Bahkan dapat mereduksi kebahagiaan. Salah satu hal yang sangat relevan menjelaskan hal itu adalah terjadinya pergeseran budaya kerja. Adopsi teknologi digital dalam dunia kerja, kini memungkinkan setiap orang bekerja tanpa batas ruang dan waktu.

Juga tak perlu takut keluar dari jalur koordinasi organisasi institusi tempat kerja. Apalagi, sudah amat banyak aplikasi kerja kolaboratif secara online yang dapat digunakan. Kantor virtual bahkan dapat dirancang secara custom dan cuma-cuma alias gratis.

Berbagai capaian di bidang teknologi informasi mestinya mendorong budaya kerja baru berbasis digital. Bukan cuma meningkatkan kinerja sebagai anitesis temuan empirik University of Marwick dan Gallup. Ia bahkan dapat menciptakan multiple benefit yang bernilai ekonomis bagi perusahaan. Mendorong efisiensi hingga produktivitas.

Masalahnya memang terletak pada adaptasi kita terhadap teknologi digital yang berjalan lamban. Ketinggalan dan jauh lebih lambat daripada capaian inovasi yang lahir beruntun.

Menurut studi TomTom Telematic terhadap 400 manajer senior, kecanggungan mengadopsi teknologi terjadi karena ketidakpercayaan terhadap teknologi masih tinggi. Meskipun mereka menyadari bahwa banyak benefit yang bakal diberikan. Bahkan dapat dikalkulasi dengan mudah. Hal ini disinyalir juga karena manusia punya sisi dimana ia merasa aman bermain di comfort zone. Fakta ini tentu mengejutkan.


TERBARU
MARKET
IHSG
-6,16
5.876,06
-0.10%
 
US/IDR
14.893
0,19
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

Close [X]
×