kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Menguatkan manajemen destinasi wisata


Sabtu, 04 Mei 2019 / 09:30 WIB

Menguatkan manajemen destinasi wisata


Terdapat beribu destinasi wisata di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke. Keberadaan destinasi tersebut secara berangsur-angsur memberikan efek sosial ekonomi kepada Indonesia. Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Nasional mulai menggeliat signifikan sejak beberapa tahun terakhir.

Begitu juga kontribusinya pada perolehan devisa nasional yang terus mengejar perolehan devisa minyak sawit atau crude palm oil (CPO). Tak lupa pula, kontribusi penyerapan tenaga kerja sektor pariwisata nasional juga tak bisa dipandang sebelah mata. Daya serap tenaga kerja sektor pariwisata membentang di berbagai sektor lain yang ikut menikmati geliat ekonomi kepariwisataan.

Dengan kata lain, sektor pariwisata adalah salah satu sektor masa depan ekonomi nasional. Namun, pemerintah perlu memberikan keberpihakan lebih kepada sektor ini, baik secara fiskal maupun secara regulasi.

Destinasi yang ada tak bisa dibiarkan begitu saja, atau diserahkan begitu saja kepada hukum permintaan dan penawaran, tanpa ada kejelasan soal keberlanjutan sosial ekonomi dan lingkungan, serta soal redistribusi kue ekonomi pariwisata untuk masyarakat banyak. Untuk itu, destinasi wisata harus dikelola secara profesional dengan "body of organization" yang jelas. Pengelola ini dalam kacamata kepariwisataan disebut dengan istilah Destination Managament Organisation (DMO).

Menurut UNWTO (2008), DMO memiliki fungsi untuk memimpin dan mengkoordinasikan elemen destinasi (atraksi, amenitas, aksesibilitas, Sumber Daya Manusia (SDM), citra/image, harga), pemasaran, maupun lingkungan yang berkelanjutan (sustainable). Dalam hal ini, DMO menjadi sebuah perspektif yang hendak memberikan ruang partisipasi bagi semua pihak untuk terlibat dalam mengelola sebuah destinasi pariwisata.

DMO tidak hanya berperan dalam pengembangan produk, pemasaran dan promosi, serta perencanaan dan penelitian saja, tapi memainkan peran sebagai pembentukan tim dan kemitraan, jalinan komunikasi interaktif dengan masyarakat (community relation), serta koordinasi dan kepemimpinan. (Destination Consultancy Group, 2010).

Dalam publikasi pembentukan dan pengembangan DMO yang dikeluarkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kembudpar) (sekarang Kementerian Pariwisata), DMO didefinisikan sebagai: Tata kelola destinasi pariwisata yang terstruktur dan sinergis yang mencakup fungsi koordinasi, perencanaan, implementasi, dan pengendalian organisasi destinasi secara inovatif dan sistemik melalui pemanfaatan jejaring, informasi dan teknologi, yang terpimpin secara terpadu dengan peran serta masyarakat, pelaku/asosiasi, industri, akademisi dan pemerintah yang memiliki tujuan, proses dan kepentingan bersama dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan, volume kunjungan wisata, lama tinggal dan besaran pengeluaran wisatawan serta manfaat bagi masyarakat lokal.

Untuk mencapai tahapan tertinggi dalam manajemen destinasi ini, Alastair Morrison dalam Konferensi Nasional DMO di Jakarta (Agustus, 2010), menjelaskan bahwa panduan DMO dimulai dari pengembangan produk, pemasaran, riset, komunikasi, community relations, pengembangan sumber daya, hingga kemudian tahapan pengelolaan (governance) dan pelaporan.

Untuk mengaplikasikan konsep-konsep pengembangan yang berkelanjutan melalui DMO, terdapat pembagian tiga skala, meliputi skala lokal, nasional, dan regional. Tak berbeda jauh dengan penjelasan dan panduan mengenai DMO yang telah lebih dulu dipaparkan oleh UNWTO, DMO versi Kembudpar pun menerapkan prinsip partisipatif, keterpaduan, kolaboratif, dan berkelanjutan.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0024 || diagnostic_web = 0.1702

Close [X]
×