Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.201
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS626.185 0,32%

Mewaspadai politik gentong babi THR

Senin, 11 Juni 2018 / 13:10 WIB

Mewaspadai politik gentong babi THR



Upaya kewaspadaan

THR memang sangat membantu dan dibutuhkan. Tetapi tujuan politik pragmatis mesti dilawan dengan kewaspadaan. Bukan berarti menolak nilainya, namun yang harus dilawan adalah proses kebijakannya. Semua elemen penting berkontribusi dan bergandengan tangan dalam merealisasikannya.

Pertama adalah publik. Publik mesti memahami bahwa politik gentong babi hakikatnya adalah melecehkan dan menghinakan. Sumber dana yang digunakan adalah milik rakyat dan digunakan untuk menyuap rakyat. Pembagian bantuan seperti THR hanya dapat diterima jika tanpa syarat.  Masyarakat juga mesti melek politik guna membentengi diri dari politisasi  dana yang digelontorkan pemerintah.

Kedua adalah aparat penegak hukum. Penegak hukum mesti peka dan pro aktif mengawasi kemungkinan terjadinya politik gentong babi. Kepolisian dan kejaksaan dapat turun jika mengarah pada tindak pidana. Inspektorat kementerian atau daerah diharapkan semakin ketat mengatur dan mengawasi operasionalisasi penyaluran THR atau dana lain.

Ketiga adalah penyelenggara pemilu. Penyelenggara pemilu mesti mengatur masalah pendanaan kampanye secara rinci. Regulasi penting mendorong akuntabilitas dan transparansi dana kampanye serta mengantisipasi manipulasi pelaporan.  Bawaslu/Panwaslu harus senantiasa membuka mata dan mengawasi potensi pelanggaran pemilu akibat politik gentong babi.

Keempat yakni calon dan parpol. Elemen ini menjadi pihak yang berpotensi terdakwa terkait politik gentong babi. Pendidikan politik dan ideologisasi internal dari parpol ke calon mesti ditanamkan kuat. Politik gentong babi menyebabkan persaingan tidak sehat antara caleg baru dan petahana. Jika politik gentong babi tidak diantisipasi parpol, maka dapat menjadi bibit konflik internal.

Kelima, adalah komponen lainnya seperti akademisi, LSM, mahasiswa, gerakan sipil, dan lainnya. Komponen ini ditunggu kontribusi untuk mencerahkan pendidikan politik masyarakat serta menggalang kekuatan melawan politik gentong babi. Kerelawanan dan perlawanan masifnya dinantikan demi penyehatan demokrasi.

Politik gentong babi menjadi ujian dan saringan dalam proses pemilu modern. Cara ini dapat menjadi bumerang dan berujung kekalahan bagi calon dan parpol. Bahkan tidak menutup kemungkinan dapat mengantarkannya ke jeruji besi. Politik gentong babi mesti dijadikan musuh bersama dalam demokrasi.•

Ribut Lupiyanto
Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration)

 


OPINI

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 1.0563 || diagnostic_web = 2.5628

Close [X]
×