kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Mumpung Bersepeda

oleh Hasbi Maulana - Managing Editor


Sabtu, 11 Juli 2020 / 17:05 WIB
Mumpung Bersepeda
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Maria Ignatia Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Pandemi Covid-19 masih berlangsung, tapi suasana di sekitar kita jelas jauh berbeda dibandingkan dengan awal-awal status pagebluk dinyatakan resmi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), Maret silam. Jalanan yang Maret-April lalu terasa lengang bak hari-hari Lebaran, kini mulai penuh mobil. Mobilitas penduduk yang terkekang semasa kampanye #stayathome atawa #dirumahsaja sudah berangsur pulih.

Ngomong-omong soal mobilitas orang, di era kenormalan baru ini muncul kegemaran bersepeda. Saban Sabtu dan Minggu, ketika orang bisa rehat dari rutinitas rapat online, webinar, atau ngantor sungguhan; jalanan dipenuhi rombongan pesepeda. Jenis sepeda mini beroda mungil namun bersadel tinggi tampak mendominasi. Anda yang telaten menyimak pergaulan di media sosial tentu juga menyadari bahwa postingan, cuitan, maupun update status paling lazim pada Sabtu atau Minggu adalah tentang bersepeda.

Kegemaran orang untuk bersepeda dan memiliki sepeda baru akhir-akhir ini memang begitu kentara. Tak kurang kabar yang mengisahkan pernah terjadi antrean panjang orang yang hendak membeli sepeda di toko sepeda tertentu. Pabrik-pabrik sepeda dalam negeri mengamini adanya lonjakan permintaan. Para perajin sepeda juga merasakan geliat yang sama. Pembuat sepeda lipat Kreuz asal Bandung kabarnya telah mengantongi orderan sepeda yang tampangnya mirip Brompton itu secara inden sampai tahun 2022.

Lonjakan hasrat bersepeda bukan hanya terjadi di Indonesia. Saham-saham perusahaan pembuat sepeda maupun komponen dan aksesori di berbagai negara mencatatkan kenaikan tinggi seiring pencabutan status lockdown. Bahkan, banyak di antaranya mencapai harga tertinggi sepanjang sejarah. Itu mengindikasikan permintaan sepeda saat ini telah melampaui era sebelum pandemi Covid-19.

Boleh dikata tidak ada sesuatu yang jelek tentang bersepeda. Semahal-mahalnya harga sepeda, masih lebih murah ketimbang harga sepeda motor termahal. Sepeda tak butuh BBM, tak mencemari udara. Sepeda juga lebih menyehatkan ketimbang tunggangan lain.

Ada baiknya pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk mendorong penggunaan sepeda sebagai alternatif moda transportasi. Sediakan jalur dan pengamanan khusus bagi pengguna sepeda. Tentu perlu pula aturan do and don't bagi pesepeda di jalan. Mumpung orang sedang keranjingan bersepeda.

Gowes, yuk!

Penulis : Hasbi Maulana

Managing Editor



TERBARU

[X]
×