kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Nasib industri susu nasional


Senin, 01 Oktober 2018 / 11:25 WIB

Nasib industri susu nasional


Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 33/2018 tentang Penyediaan dan Peredaran Susu yang ditetapkan 30 Juli 2018 masih menyisakan polemik publik. Regulasi ini merupakan perubahan atas Permentan No. 26/2017 sekaligus Permentan No. 30/2018 yang baru diundangkan pada 18 Juli 2018.

Permentan No. 33/2018 secara jelas menghapuskan kewajiban pelaku usaha industri pengolahan susu untuk menjalin kemitraan dengan peternak, gabungan kelompok peternak, dan/atau koperasi melalui pemanfaatan susu segar dalam negeri (SSDN) sebagai pemenuhan bahan baku tanpa sanksi apapun.

Aturan itu membuat peternak, gabungan kelompok peternak dan koperasi sapi perah sebagai pemasok SSDN merasa tak mempunyai kepastian buyer yang akan menyerap susu segar hasil produksinya. Ini bisa mengancam keberlangsungan nasib peternak sapi perah lokal dan industri pengolahan susu nasional ke depan.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian berusaha memberikan pemahaman pada semua pihak bahwa langkah itu untuk mensinergikan regulasi Indonesia terhadap aturan WTO. Sebagai apresiasi, pemerintah menyiapkan insentif bagi industri pengolahan susu yang tetap bermitra dengan peternak, gabungan kelompok peternak dan koperasi sapi perah. Pemerintah juga menyusun rancangan Peraturan Kementerian Perindustrian tentang pengembangan industri susu nasional yang ditargetkan selesai akhir 2018.

Kami melihat kecemasan para peternak, gabungan kelompok peternak dan koperasi sapi perah sebagai hal wajar. Ini mengingat pola kemitraan tak hanya terbatas pada penyerapan SSDN ke industri pengolahan susu, namun dapat berupa promosi, penyediaan sarana produksi, produksi dan permodalan atau pembiayaan. Namun kami juga memahami pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit. Sebagai anggota organisasi perdagangan dunia, Indonesia dituntut dapat memenuhi peraturan WTO. Sebagai informasi, Indonesia berkewajiban melonggarkan restriksi perdagangan pada produk hortikultura dan peternakan setelah AS menggungat Indonesia ke WTO atas kebijakan pembatasan impor produk hortikultura, hewan dan produk hewan.


Reporter: Tri Adi
Video Pilihan

Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0024 || diagnostic_web = 0.1604

Close [X]
×