kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,36   15,51   2.24%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.39%

Nasib industri susu nasional


Senin, 01 Oktober 2018 / 11:25 WIB
Nasib industri susu nasional

Reporter: Tri Adi | Editor: Tri Adi

Kami memandang, implementasi Permentan No. 33/2018 tidak serta merta mengubah kemitraan yang sudah terjalin antara industri pengolahan susu dan para peternak, gabungan kelompok peternak dan koperasi sapi perah.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi hal itu. Pertama, kemitraan antara industri pengolahan susu dan peternak, gabungan kelompok peternak atau koperasi sapi perah umumnya sudah berlangsung lama. Hubungan baik dan kepercayaan merupakan hal penting untuk memelihara bisnis jangka panjang.

Kedua, pasokan susu segar lokal saat ini masih terbatas. Akibatnya, persaingan antarindustri pengolahan susu untuk mendapatkan bahan baku susu segar cukup ketat. Terlebih, para peternak sapi perah sensitif terhadap selisih harga. Dengan demikian, mereka cenderung memilih menjual susu segarnya ke industri pengolahan susu yang menawarkan harga lebih tinggi. Sebagai informasi, kebutuhan bahan baku susu industri pengolahan susu nasional mencapai 3,7 juta ton per tahun. Sementara itu, pasokan SSDN sebesar 0,85 juta ton atau hanya mampu mencukupi 23% kebutuhan bahan baku. Ketiga, kecenderungan depresiasi rupiah masih cukup besar. Ini akan membuat impor bahan baku susu lebih mahal.

Kami mendukung upaya pemerintah menerbitkan regulasi lebih lanjut guna mendorong kemitraan di industri pengolahan susu dan meningkatkan penyerapan SSDN peternak lokal. Beberapa instrumen kebijakan yang sedang dikaji di antaranya pemberian insentif fiskal berupa bea masuk ditanggung pemerintah (BMDTP) untuk impor bahan baku industri pengolahan susu yang membangun kemitraan dan pengenaan tarif bea masuk tambahan (surcharge) bagi industri pengolahan susu yang mengimpor namun tak bermitra dengan peternak lokal.

Terkait kemitraan, kami melihat masih banyak hal yang perlu ditingkatkan, terutama terkait pelatihan/pembinaan cara beternak yang baik, perbaikan mutu benih/bibit, pasokan pakan hijau, perbaikan kualitas susu, penanganan produk pascaperah (distribusi) dan upaya peningkatan skala kepemilikan ke skala ekonomis.

Akhirnya, kita berharap kebijakan pemerintah selanjutnya tentang pengembangan industri susu nasional yang ditargetkan selesai akhir 2018 memberikan win-win solution bagi semua pihak serta mendorong penyerapan SSDN sesuai dengan roadmap industri susu nasional.•

Nadia Kusuma Dewi
Analis Industri Bank Mandiri



TERBARU
Terpopuler

[X]
×