kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,71   -11,32   -1.32%
  • EMAS943.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.29%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.07%

Netizen & Untung Besar

oleh Sandy Baskoro - Redaktur Pelaksana


Jumat, 23 April 2021 / 14:18 WIB
Netizen & Untung Besar
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Fokus perhatian pencinta catur dunia tertuju ke Yekaterinburg, sebuah kota di kawasan Pegunungan Ural, Rusia. Selama 19 April hingga 28 April nanti, delapan pecatur papan atas dunia berduel di pertandingan bertajuk The FIDE Candidates Tournament.

Pemenang turnamen dengan sistem double round-robin itu berhak menantang juara dunia catur saat ini, Magnus Carlsen asal Norwegia.

Catur memang bukan olahraga seperti sepakbola, yang ditonton hingga jutaan orang secara langsung. Pada duel putaran 8, 9 dan 10 di The Candidates Tournament pekan ini, jumlah penonton langsung dalam satu pertandingan hanya di kisaran 20.000 penonton.

Namun netizen Indonesia bisa menyulap olahraga catur, yang semula biasa saja menjadi luar biasa. Lihat saja fenomena Dewa Kipas alias Dadang Subur yang menyedot jutaan perhatian pencinta catur dan masyarakat Indonesia, bahkan dunia. Fenomena itu berawal dari kontroversi penampilan Dewa Kipas di platform catur online Chess.com saat menekuk International Master (IM) Levy Rozman (GothamChess) asal Amerika Serikat.

Setelah pertandingan, mencuat tuduhan curang yang dialamatkan kepada Dewa Kipas. Polemik pun berlangsung. Netizen Indonesia tak terima akun Dewa Kipas diblokir oleh Chess.com. Netizen Indonesia terkenal galak. Bahkan riset Microsoft memperlihatkan, warganet Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara.

Dari berisiknya netizen Indonesia, kasus Dewa Kipas memantik perhatian luas, hingga membuat sejumlah master catur Indonesia turun gunung. Untuk menyudahi kontroversi, youtuber Deddy Corbuzier memfasilitasi pertarungan antara Woman Grand Master (WGM) Irene Kharisma Sukandar dan Dewa Kipas.

Pertandingan dengan total hadiah Rp 300 juta itu ditayangkan secara live di akun youtube Deddy Corbuzier. Saat duel WGM Irene vs Dewa Kipas berlangsung, jumlah penontonnya menembus 1 juta. Mungkin jumlah penonton ini adalah sejarah bagi pertandingan catur yang disiarkan secara langsung.

Di balik "ganas" dan "berisiknya" warganet Indonesia, ternyata menyimpan potensi besar. Pasar Indonesia memang menjanjikan. Sektor perbankan, ritel, konsumer, logistik hingga pemain teknologi dan e-commerce global pun merasakan berkahnya. Asalkan digarap konsisten, menerapkan strategi jitu, serta timing yang tepat, Indonesia dengan keganasan dan kegenitan netizennya adalah pasar yang menarik.

Penulis : Sandy Baskoro

Redaktur Pelaksana


Tag


TERBARU

[X]
×