kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,36   15,51   2.24%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.39%

Normal yang Baru

oleh Harris Hadinata - Redaktur Pelaksana


Rabu, 20 Mei 2020 / 10:05 WIB
Normal yang Baru
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Maria Ignatia Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Suasana jelang Idul Fitri tahun ini akhirnya mulai terasa semarak. Pasar-pasar ramai dikunjungi masyarakat yang berburu kebutuhan lebaran.

Padahal, pandemi Covid-19 masih belum tuntas. Pemerintah kemarin mengumumkan, per pukul 12.00 WIB, jumlah kasus Covid-19 masih bertambah 486 kasus baru. Dus, total kasus korona di Indonesia mencapai 18.496 kasus.

Masyarakat tampak tidak peduli dan mengabaikan protokol pencegahan Covid-19. Banyak orang rela berdesak-desakan demi memperoleh kebutuhan hari raya.

Selain itu, masih banyak yang berusaha mudik. Padahal, pemerintah akhir bulan lalu sudah menegaskan, mudik dilarang!

Tapi pemerintah sendiri seperti setengah hati menetapkan kebijakan tersebut. Tak lama berselang, pemerintah melonggarkan pembatasan gerak transportasi. Penerbangan kembali dibuka.

Pembukaan akses bagi transportasi untuk bepergian ke luar kota ini membuka peluang pelanggaran. Bisa jadi kondisi ini dimanfaatkan warga yang ngebet mudik.

Sejumlah perusahaan pengelola tol juga membuat persiapan mengantisipasi arus mudik, meski ada embel-embel disesuaikan dengan protokol pencegahan Covid-19.

Pelaksanaan pembagian bantuan sosial di berbagai daerah juga berjalan dengan mengabaikan protokol pencegahan Covid-19. Masyarakat yang menunggu jatah bantuan sosial rela berdesak-desakan.

Kedisiplinan masyarakat ini cukup mengkhawatirkan. Padahal, sudah ada ancang-ancang Indonesia akan mulai melonggarkan berbagai kebijakan pembatasan. Istilah bekennya, Indonesia akan memasuki new normal.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, usai kembali memperpanjang PSBB di Jakarta, memberi sinyal setelah ini tidak akan ada lagi PSBB. Aktivitas masyarakat akan kembali seperti biasa dalam kondisi new normal.

BUMN juga sudah mulai meminta karyawan berusia di bawah 45 tahun kembali bekerja. Plus, ada wacana pusat perbelanjaan akan kembali beroperasi pada Juni nanti.

Harapannya, aktivitas ekonomi masyarakat akan kembali berjalan dalam kondisi normal yang baru tadi. Contoh, mal buka, tapi tetap ada physical distancing.

Tapi, melihat sulitnya masyarakat disiplin, tampaknya new normal tersebut sulit terwujud. Kondisi hanya akan kembali ke masa sebelum pandemi. Tapi kali ini, risiko terjangkit korona semakin besar.

Penulis : Harris Hadinata

Redaktur Pelaksana



TERBARU
Terpopuler

[X]
×