Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.201
  • SUN90,77 -0,26%
  • EMAS626.185 0,32%

Oversupply, problem industri semen

Senin, 11 Juni 2018 / 12:54 WIB

Oversupply, problem industri semen



Produsen semen baru yang akan kembali meramaikan industri semen dan tentu  menambah kapasitas adalah Semen Grobogan yang sedang membangun pabrik di Jawa Tengah. Sementara Conch akan kembali melebarkan sayap, dengan pembangunan pabrik di Sulawesi Utara dan Semen Garuda kembali membangun pabrik tambahan. Pemain lama yang juga akan menambah kapasitas adalah Semen Indonesia dan Semen Baturaja. Total tambahan kapasitas berkisar antara 10 juta-12 juta ton lagi, yang akan rampung antara tahun 2020 sampai tahun 2021.

Lalu kapan semen tidak akan mengalami oversupply lagi? Kita asumsikan saja kalau pada tahun 2021 pembangunan pabrik baru akan rampung sehingga total kapasitas menjadi 120 juta ton. Apabila pertumbuhan sektor konstruksi sekitar 6%, maka kondisi oversupply akan berakhir pada tahun 2031. Kondisi tentu akan lebih cepat teratasi apabila pertumbuhan sektor konstruksi lebih tinggi sehingga mendorong pertumbuhan permintaan semen.

Para pelaku industri semen harus menyiasati kondisi oversupply ini. Salah satunya, dengan memperluas pasar ekspor ke mancanegara. Di pasar Asia beberapa negara yang menjadi kompetitor di pasar ekspor semen adalah Thailand, Tiongkok, Jepang dan Vietnam. Thailand bahkan eksportir terbesar dunia untuk semen. Khusus Indonesia pasar terbesar yang sudah digarap adalah Sri Lanka, Bangladesh, Australia, Filipina dan Timor Leste. Masing-masing ekspor tahun 2017 sebesar 666.000 ton, 644.000 ton, 509.000 ton, 282.000 ton dan 268.000 ton.

Tentu saja ekspor tidak dapat menyerap banyak oversupply kapasitas semen. Pemerintah harus mendorong kembali penjualan properti, salah satunya dengan relaksasi loan to value (LTV). Bank Indonesia sudah memberikan sinyal akan meningkatkan LTV sehingga masyarakat dapat membayar uang muka yang lebih rendah untuk pembelian rumah. Dengan kemudahan ini tentu saja diharapkan penjualan rumah dapat meningkat sehingga meningkatkan permintaan semen. Tanpa campur tangan pemerintah produsen semen terancam akan gulung tikar, terutama yang tidak memiliki pendanaan yang kuat.•

Romauli Panggabean
Analis Industri dan Regional,Office of Chief Economist Bank Mandiri

 


ECONOMIC DIGEST

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.1024 || diagnostic_web = 0.7144

Close [X]
×