kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,36   15,51   2.24%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.39%

Paska Korona

oleh Thomas Hadiwinata - Redaktur Pelaksana


Kamis, 14 Mei 2020 / 10:08 WIB
Paska Korona
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Maria Ignatia Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Hampir enam bulan sudah, dunia hidup di bawah bayang-bayang penyebaran virus korona. Seperti kita telah saksikan dan alami, pemerintah di banyak negara berupaya menghambat penyebaran virus dengan cara melakukan berbagai pembatasan.

Ada yang melakukan karantina total. Ada juga yang hanya melakukan pembatasan, seperti yang kita alami di sini.

Apakah upaya itu membawa hasil? Pemerintah di beberapa negara meyakini peredaran virus korona di wilayahnya sudah bisa tertangani. Mereka pun melonggarkan kembali berbagai aturan pembatasan.

Wacana untuk melakukan pelonggaran juga sudah terdengar di sini. Pemerintah sudah menyebut ada beberapa tahapan yang perlu disiapkan untuk melonggarkan kebijakan pembatasan sosial.

Sebelum gembok pembatasan benar-benar dibuka, masing-masing dari kita perlu melakukan persiapan. Karena seperti saat memasuki masa-masa pembatasan untuk mencegah penyebaran virus korona, kita juga akan menemui banyak hal baru di saat pembatasan ditiadakan.

Dalam mengelola keuangan pribadi atau keluarga, misalnya, kita perlu bersiap-siap menyambut masa paska pandemi korona. Beraneka kemungkinan, termasuk yang terburuk sekalipun, seperti mengalami penurunan pendapatan, perlu kita pertimbangkan.

Jika skenario terburuk yang terjadi, lantas apa biaya yang harus kita pertahankan? Apa pula yang bisa kita kurangi, atau mungkin hilangkan sama sekali?

Agenda lain dalam mengelola keuangan yang juga perlu kita siapkan menjelang era paska korona adalah mengatur ulang portofolio investasi. Di saat pembatasan berlaku, mungkin tepat jika kita memegang prinsip cash is king.

Namun, apakah komposisi harta yang berat ke aset likuid itu sudah pas di masa pembatasan tak lagi ada? Jangan lupa, banyak negara akan, bahkan sudah, memberlakukan kebijakan moneter yang cenderung longgar.

Sangat mungkin kita harus menimbang instrumen lain jika ingin aset kita tetap tumbuh. Aset yang harganya sudah mengalami koreksi di masa korona, seperti saham atau properti, mungkin lebih menarik sebagai keranjang investasi.

Sebelum sampai ke keputusan menata ulang portofolio investasi, tentu kita harus mencermati dan menimbang semua faktor. Pekerjaan rumah ini yang perlu kita lakukan dari sekarang, sembari menanti datangnya masa paska korona.

Penulis : Thomas Hadiwinata

Redaktur Pelaksana



TERBARU
Terpopuler

[X]
×