Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.508
  • EMAS662.000 -0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Peluang bisnis layanan digital

Senin, 26 November 2018 / 13:39 WIB

Peluang bisnis layanan digital

Pendapatan perbankan dari segmen pendapatan bunga semakin tertekan. Pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) tahunan terus menurun. Pada pertengahan 2012, NII pernah tumbuh hingga 25%, namun di September 2018 tinggal 5%. Bahkan Maret lalu hanya tumbuh 2,6%.

Efek, margin bunga bersih (NIM) terus menurun. Rata-rata NIM pada 2012 sebesar 5,45%, namun rata-rata di 2018 hanya 5,10%. Langkah Bank Indonesia yang kembali menaikkan bunga acuan 0,25% membuat bank sulit mengandalkan pendapatan bunga. Ini karena bank lebih dulu menyesuaikan bunga simpanan daripada menaikkan bunga pinjaman untuk mengurangi potensi penurunan kualitas kredit. Likuiditas bank yang ketat saat ini juga membatasi ekspansi kredit.

Untuk menjaga profitabilitas, bank wajib memperluas basis pendapatan dengan menggenjot pendapatan non-bunga, antara lain provisi dan komisi berbasis biaya dan pendapatan transaksi dari selisih kurs. Untuk menjaga pendapatan bunga, bank harus mengerek dana pihak ketiga agar dapat disalurkan dalam bentuk pinjaman.

Memang bank dapat menempuh cara selain mengandalkan dana pihak ketiga, misalnya mencari dana lewat penerbitan surat utang. Tapi biaya merilis surat utang tak murah karena calon investor akan meminta imbal hasil tinggi sebagai kompensasi kenaikan bunga acuan.

Bank harus menggali peluang baru, baik yang sudah ada maupun baru sama sekali. Untuk menemukan peluang bisnis, pertanyaan paling dasar: Apa yang dibutuhkan konsumen dan apa yang bisa kita lakukan dengan hal itu? Ini terlihat sederhana, tapi ada kalanya bank telat mengantisipasi perubahan kebutuhan konsumen. Contohnya pembayaran belanja online. Secara global, mayoritas metode pembayaran belanja online di 2016 memakai kartu kredit, dompet elektronik, transfer bank dan kartu debit (Worldpay). Ke depan, metode pembayaran yang paling banyak dipakai diprediksi bergeser. Dompet elektronik lebih banyak digunakan, diikuti transfer bank, kartu kredit dan kartu debit. Bank harus cepat mengantisipasi perubahan ini. Layanan dompet elektronik perlu ditingkatkan.


Reporter: Tri Adi
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0005 || diagnostic_api_kanan = 0.0645 || diagnostic_web = 0.4637

Close [X]
×