kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,93   -10,56   -1.11%
  • EMAS932.000 0,65%
  • RD.SAHAM -0.50%
  • RD.CAMPURAN -0.14%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.06%

Pembiayaan bagi pengembangan UKM


Selasa, 27 Agustus 2019 / 11:10 WIB
Pembiayaan bagi pengembangan UKM

Reporter: Harian Kontan | Editor: Tri Adi

Pertumbuhan usaha menengah kecil dan mikro (UMKM) semakin pesat seiring berkembangnya industri ekonomi kreatif dan teknologi yang kian canggih.

Meningkatnya kapasitas produksi dan semakin luasnya pemasaran produk UMKM juga didukung oleh kehadiran market place online dan transaksi yang dipermudah oleh pembayaran non-tunai. Namun pembiayaan untuk peningkatan kapasitas itu masih terkendala beberapa hal, baik yang bersifat teknis maupun struktural.

Berdasarkan temuan perusahaan jasa konsultan Pricewaterhouse Coopers (PwC) pada Juni lalu, sebanyak 74% UMKM di Indonesia belum mendapatkan akses pembiayaan. Hal ini akibat masih rendahnya tingkat literasi maupun inklusi keuangan di kalangan UMKM, yang jumlahnya mencapai 58,9 juta di tahun 2018.

Persyaratan mengenai agunan, kelengkapan izin usaha dan pencatatan keuangan juga merupakan faktor utama yang menghambat UMKM mengakses kredit perbankan. Pemberi kredit kesulitan memperoleh informasi mengenai kondisi keuangan dan usaha para UMKM, ditambah ketidakpastian bisnis, lemahnya manajemen keuangan, maupun kurangnya track record.

Oleh karena itu, kebanyakan pelaku UMKM memilih meminjam uang dari saudara, kerabat, bahkan rentenir karena dana yang dibutuhkan lebih cepat cair dibandingkan melalui proses pengajuan kredit melalui jalur perbankan.

Namun demikian, penting bagi pemilik UMKM untuk memperhatikan pencatatan keuangan. Pemilik UMKM setidaknya perlu mempelajari akuntansi dasar agar dapat membuat laporan neraca keuangan (balance sheet) dan arus kas (cashflow) sehingga dapat membantu mereka memantau kondisi keuangan usaha yang dikelola dengan lebih akurat.

Pencatatan keuangan yang sesuai dan rapi juga memudahkan pemilik UKM dalam pelaporan pajak, yang merupakan salah satu syarat untuk peminjaman ke bank.

Selain itu, pemilik UKM dapat mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat dan memantau profitability usaha mereka. Pencatatan itu merupakan basis awal bagi pemilik UMKM untuk dapat menunjukkan kondisi keuangan mereka baik pada investor maupun perbankan.




TERBARU

[X]
×