kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah jangan reaksioner


Jumat, 29 September 2017 / 15:30 WIB
Pemerintah jangan reaksioner


Reporter: Sinar Putri S.Utami | Editor: Tri Adi

Saat ini memang sudah terlihat bagaimana isu politik yang tumpang tindih dalam pertarungan kekuasaan. Harus diakui, dampak Pemilu Presiden 2014 dan Pilkada terus membelah elite politik.

Pembelahan elite politik baik di parlemen dan di pemerintahan itu akan makin memanas mendekati 2019. Masalahnya, apakah hal ini biasa dan dapat mengancam demokrasi?

Menurut saya, sejauh ini demokrasi kita tidak terancam. Sebab, apa yang dikerjakan dalam pembelahan elite politik ini tidak juga sampai terbawa ke taraf serius. Tapi tak dipungkiri, hal ini membuat pemerintah menjadi tidak produktif dalam pencapaiannya.

Hal itu dikarenakan pemerintah diganggu terus oleh  gangguan yang sifatnya tidak substansial. Dalam sistem demokrasi, oposisi diperlukan untuk mengimbangi. Cuma, dalam kaitan ini pemerintah juga harus produktif menciptakan kebijakan yang lebih baik.

Saat ini yang harus dipikirkan oleh pemerintah adalah bagaimana agar masyarakat semakin dewasa terutama golongan menengah ke bawah, agar tidak terjebak dalam konfigurasi elite politik ini. Karena kelompok ini merupakan kelompok yang rentan atas isu politik. Kelompok itu harus diatasi terlebih dulu dengan edukasi agar tidak terjebak pada pertarungan politik. Penindakan hukum juga harus efektif.

Pemerintah juga jangan terlalu merespon reaksioner, harus strategis. Jangan sampai masuk ke dalam pusaran konflik yang merupakan permainan elite politik. Sebab sejatinya pemerintah berperan penting untuk menjaga dinamika politik di masyarakat.

Media juga berperan penting, bagaimana membingkai suatu peristiwa yang lebih edukatif, mengingatkan dan menerangkan. Apalagi, di tengah media sosial yang bebas. Makanya perlu ada kematangan diri penggunanya.

Harus diakui, pemerintah saat ini sudah sesuai jalur. Presiden Jokowi juga tidak terjebak dalam kontroversi ini dengan tidak bereaksi berlebihan. Ini menjadi menarik karena bisa meredam kegaduhan.               

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×