kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45806,19   -5,40   -0.67%
  • EMAS1.055.000 -0,94%
  • RD.SAHAM -0.34%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Pemilik Bank

oleh Thomas Hadiwinata - Redaktur Pelaksana


Sabtu, 18 Juli 2020 / 13:27 WIB
Pemilik Bank
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Hidup sebagai pemilik bank itu tidak tenang. Kesimpulan semacam itu yang bisa kita petik saat membaca wawancara Mochtar Riady dengan KONTAN, lebih dari satu tahun silam.

Selama 50 tahun berkiprah di industri perbankan, Mochtar mengakui ada banyak masalah yang ia temui. Namun ia menyebut issue yang terus menghantuinya sebagai pemilik bank adalah memenuhi rasio kecukupan modal alias capital adequacy ratio (CAR).

"Banknya tambah besar, CAR-nya tambah kecil. Setiap tahun, aset naik, modalnya kurang. Jadi, saya tidak pernah ambil dividen."

Sekian puluh tahun dibayangi keharusan itu, Mochtar merasa tidak tenang. "Jadi saya ambil keputusan jual," demikian Mochtar.

Kecemasan yang dialami Mochtar tentu sekarang dirasakan para pemegang saham Bank Mayapada dan Bank Bukopin. Kedua bank tersebut saat ini ditagih regulator untuk menambah modalnya.

Tentu, kemampuan finansial dari para pemegang saham di masing-masing bank untuk menginjeksi modal segar tidaklah sama. Apalagi, jika nilai dana yang harus disetor mencapai triliunan rupiah. Belum lagi, kewajiban itu datang di masa pandemi, saat roda bisnis berputar sangat perlahan.

Tak heran kalau kemudian tersiar kabar tentang kemungkinan beralihnya status pemegang saham pengendali di kedua bank. Di Bank Bukopin, kendali kemungkinan beralih dari Bosowa Corporindo ke tangan KB Kookmin Bank. Sedang di Bank Mayapada, posisi Dato Sri Tahir, yang kebetulan merupakan menantu Mochtar, bisa tergeser oleh Cathay Life Insurance Co Ltd.

Jika kemungkinan-kemungkinan di atas terjadi, bisa dipastikan jumlah bank di Indonesia yang dimiliki dan dikendalikan investor asing akan bertambah. Apakah itu tidak akan merugikan kita?

Jika melihat industri perbankan di masa kini, masih sulit membayangkan kerugian macam apa yang akan diderita negara jika semakin bank yang dikuasai asing.

Kenyataan yang terlihat di industri perbankan saat ini, bank-bank yang dikendalikan entitas asing tak serta-merta punya kekuatan lebih daripada pesaingnya yang lokal. Bahkan, posisi empat teratas dari segi nilai aset masing diduduki bank-bank yang dikendalikan pemerintah dan pebisnis lokal.

Kita akan lebih mudah membayangkan risiko yang dihadapi industri perbankan dan anggaran negara, jika bank yang kekurangan modal tetap dibiarkan beroperasi.

Penulis : Thomas Hadiwinata

Redaktur Pelaksana


Tag

TERBARU

[X]
×