Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.393
  • EMAS666.000 0,60%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Penetrasi pasar properti residensial

Senin, 11 Februari 2019 / 14:37 WIB

Penetrasi pasar properti residensial

Sejak semester kedua tahun lalu, sektor properti residensial di berbagai belahan dunia mencuri perhatian kalangan investor global. Hal ini tentu terkait perubahan harga properti yang cenderung menurun di banyak kota besar dunia: New York, London, Dubai, hingga tetangga kita Singapura dan Kuala Lumpur.

Secara garis besar, tentu hal ini dipengaruhi perubahan suku bunga acuan The Fed diiringi penyesuaian kebijakan moneter di negara lain, termasuk Indonesia. Namun tak tertutup kemungkinan terdapat hal lain yang menyebabkan penurunan harga properti.

Di Eropa bagian barat, Brexit menjadi faktor penting dalam perubahan harga properti. Data pemerintah Inggris Raya menunjukkan penurunan rata-rata harga properti residensial mewah di pusat kota London sebesar 5% sepanjang 2018. Penurunan ini disebabkan eksodus kalangan pekerja ekspat yang pindah ke pusat kota Belanda seperti Amsterdam, Rotterdam dan Den Haag.

Memasuki pasar Asia, terjadi oversupply perumahan di Dubai yang diprediksi masih menyebabkan penurunan harga sepanjang 2019. Sedangkan kesalahan penetrasi pasar dalam pembangunan residensial di Malaysia membuat stok perumahan tidak mampu terserap kalangan menengah ke bawah.

Bagaimana dengan Indonesia? Setelah peningkatan suku bunga acuan sebanyak 175 bps sepanjang 2018, Bank Indonesia berusaha menjaga pace pertumbuhan pasar properti residensial di Indonesia dengan melonggarkan kebijakan loan-to-value/financing-to-value (LTV/FTV) per 1 Agustus 2018. Terdapat tiga indikator yang dapat diperhatikan untuk melihat pasar properti residensial, di antaranya suku bunga kredit, performa penyaluran kredit, dan kualitas kredit dari sektor properti residensial.

Pertama, rata-rata suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) maupun kredit pemilikan apartemen (KPA) masih menunjukkan tren menurun sejak dua tahun lalu. Data OJK menunjukkan rata-rata suku bunga kredit bank umum KPR dan KPA per November 2018 masing-masing 9,25% dan 9,20%, dimana keduanya merupakan posisi terendah sepanjang tahun 2018 berjalan.

Tren ini ditengarai masih berlanjut seiring peningkatan variasi pemasaran, mulai dari promo fixed-rate untuk tahun awal KPR/KPA yang ditawarkan perbankan hingga fleksibilitas dalam memilih besaran uang muka. Ragam skema penjualan ini dapat meningkatkan permintaan dengan menjangkau lebih banyak target pasar.

Selanjutnya, meski melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, data OJK menunjukkan total kredit residensial Desember 2018 meningkat 3,62% pada 4Q18 (3Q18 4,17%). Dari posisi kredit per jenis residensial, KPR tipe menengah (ukuran 22 s.d. 70) dan besar (ukuran > 70) mendominasi, dimana masing-masing memiliki proporsi 59% dan 30,1% dari total kredit properti residensial pada Desember 2018.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hasil Pemilu 2019
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0473 || diagnostic_web = 0.3242

Close [X]
×