kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.020   39,00   0,22%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Peran Penting RT & RW


Senin, 23 Maret 2020 / 11:58 WIB
ILUSTRASI.


Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Seorang lurah di Jakarta kebingungan. Ia melihat peta sebaran korona, di kelurahannya ada beberapa warga positif terjangkit Covid-19! Tapi ia tidak tahu di mana alamatnya, sehingga bingung mau bertindak apa untuk penanggulangan dan mencegah penyebarannya.

Tentu tak hanya Pak Lurah; banyak pejabat lain yang juga bingung. Jumlah korban terus meningkat begitu pesat bak deret ukur. Para gubernur, bupati, walikota berbeda-beda langkah dalam menyikapi serangan wabah virus ganas ini.

Ajakan belajar dari rumah, kerja dari rumah, beribadah di rumah lambat mendapat pemahaman yang sama di kalangan masyarakat. Bagaimana implementasinya, sesuai penafsiran masing-masing. Kondisi ini jelas menimbulkan ketidakpastian yang menyulut kepanikan.

Dalam hal identitas korban Covid-19, hingga kini masih jadi polemik. Imbasnya Pak Lurah pun tidak tahu siapa warganya yang positif bila hanya baca data. Kelurahan, satuan pemerintahan terkecil, harusnya jadi garda terdepan, kok, malah kurang informasi mengenai kondisi di wilayah teritorialnya? Padahal ada satuan lingkungan RT dan RW yang bisa menjadi partner strategis dalam urusan kemasyarakatan.

Ketua BNPB yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, meminta RT, RW, lurah dilibatkan dalam upaya pencegahan penyebaran korona. Para pemimpin setempatlah yang saat ini bisa diandalkan untuk mengajak masyarakat untuk menjalankan instruksi social distancing dengan beraktivitas di rumah saja. Seruan dari presiden dan gubernur, dibantu media ataupun buzzer, pun tak akan mempan. Dianggapnya Belanda masih jauh. Harus lihat sendiri, ada kepentingannya yang bakal terusik, barulah mau menjalankan. Perlu pula ada ketegasan di lapangan.

Sayang, RT dan RW belakangan seperti disisihkan. Bikin e-KTP pun bisa langsung ke kelurahan, kecamatan, dinas dukcapil, tanpa perlu surat pengantar mereka. Padahal peranan mereka penting. Selama ini mereka tahu siapa saja warganya, kebiasaan, hingga mobilitasnya.

Satuan lingkungan sejak zaman pendudukan Jepang ini punya posisi penting juga dalam menyukseskan program pemerintah yang berkaitan dengan masyarakat sekitar. Kini sudah banyak grup WA RT, Ruki, pos-yandu, pengajian, dan WAG komunal lain yang berisi saling tukar informasi, walau terkadang jadi ajang penyebaran hoax. Tapi di situ juga terjadi saling mengingatkan; dan bisa bermanfaat untuk sosialisasi informasi yang bermanfaat.

Penulis : Ardian Taufik Gesuri

Pemimpin Redaksi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×