kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Perkuat industri komponen


Kamis, 04 Juli 2019 / 17:00 WIB
Perkuat industri komponen

Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Tri Adi

Investasi baru di industri otomotif tetap perlu. Akan tetapi, menurut saya, investasi baru difokuskan dalam bidang komponen.

Saat ini, kapasitas produksi mobil di Indonesia mencapai 2,2 juta unit per tahun. Utilitasnya belum optimal karena kita hanya memproduksi sekitar 1,1 juta unit untuk pasar domestik dalam setahun. Adapun produksi untuk ekspor 200.000 unit per tahun.

Untuk meningkatkan ekspor, Indonesia bisa menggenjot Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Dengan banyaknya industri komponen, kendaraan di Indonesia lebih kompetitif dari sisi produk maupun harga jual.

Dengan kehadiran industri komponen, Indonesia juga tidak bergantung lagi pada bahan impor. Kita perlu memperkuat industri komponen, mulai dari hulu hingga hilir.

Wuling Motors bisa menjadi contoh. Saat berinvestasi ke Indonesia, mereka tak hanya memanfaatkan lahan pabrik untuk produksi kendaraan, tetapi juga pabrik komponennya.

Sehingga pabrikan komponen dari China ikut masuk. Alhasil, komponen tersebut bisa juga dimanfaatkan pabrikan lain di dalam negeri. Bahkan bisa ikut mengekspor apabila skala ekonominya tercapai.

Pekerjaan rumah lain agar industri otomotif berjalan adalah harmonisasi pajak. Dengan insentif pajak, maka pasar kita tidak hanya penuh dengan kendaraan multi purpose vehicle (MPV). Boleh jadi jenis kendaraan lain seperti sedan, SUV, bisa laris. Jika semua jenis produk laris, maka ada kemungkinan kita bisa mengekspor ke negara lain.

Dengan kebijakan pengurangan pajak, maka pendapatan pemerintah bisa ikut bertambah. Mengingat industri pendukung otomotif seperti perbankan, diler dan lainnya bisa ikut maju.Pengusaha membutuhkan insentif-insentif baru supaya industri otomotif nasional bisa terus berkembang.

Perlu diingat, investasi baru juga harus memperhatikan transfer teknologi dan transfer kemampuan (skill) dari sumber daya manusia (SDM). Dengan demikian, SDM Indonesia tidak kalah dalam bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Saat ini, program pendidikan sudah berjalan tapi perlu peningkatan.

Jongkie D. Sugiarto
Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia




TERBARU

Close [X]
×