kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Perlu perhitungan jelas


Senin, 09 Oktober 2017 / 13:58 WIB
Perlu perhitungan jelas


Reporter: Teodosius Domina | Editor: Tri Adi

Perundingan yang intens soal masa depan PT Freeport Indonesia (PTFI) memang perlu mendapatkan perhatian besar. Salah satu poin perundingan yang jadi sorotan tentu saja soal divestasi saham PTFI. Menurut saya, berapapun nilai saham PTFI yang akan diambil alih, yang paling penting adalah pemerintah bisa menjelaskan kepada masyarakat soal hitungan untuk mengambil alih saham PTFI ini.

Hal serupa juga berlaku untuk Blok Mahakam. Pertamina yang saat ini mengelola blok minyak dan gas (migas) tersebut berniat mengambil alih saham milik
PT Total E&P Indonesia sebesar 30%.

Hanya saja, potensi dua transaksi soal pembelian saham ini harus dikaji lebih dulu hitung-hitungannya. Selain soal uang yang akan digelontorkan, pemerintah juga perlu menghitung cadangan mineral dan migas yang masih terkandung dalam tambang dan blok ini.

Saya menilai publik tak bisa menilai layak atau tidaknya uang yang akan dikeluarkan pemerintah untuk pembelian saham di bidang energi ini selama belum ada hitungan yang jelas soal cadangan yang masih bisa dieksplorasi nantinya.

Dalam pandangan saya, kalau ditugaskan gabungan beberapa BUMN pasti punya kemampuan finansial untuk mengambil saham tersebut. Namun semua perlu kehati-hatian.

Menurut saya, pekerjaan rumah pemerintah bukan hanya merah putih dalam pengelolaan sumber daya mineral, tapi juga pembangunan infrastruktur yang hingga kini masih bergulir dan butuh dukungan finansial yang cukup besar.

Pembangunan infrastruktur selama ini menjadi janji prioritas pemerintah untuk diselesaikan. Makanya, pemerintah perlu menghitung ketahanan finansial terutama dari APBN soal opsi membeli saham PTFI dan Blok Mahakam ini sehingga tak menghambat pembangunan infrastruktur yang tengah dikebut.

Pilihan untuk investasi atau menuntaskan infrastruktur memang harus bisa dibuat skala prioritas agar tak ada benturan karena terbatasnya dana yang dimiliki pemerintah.                      

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×