kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Perputaran Uang

oleh Barly Halim Noe - Managing Editor


Rabu, 08 Januari 2020 / 09:39 WIB
Perputaran Uang
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Tahun baru, semangat baru! Itulah mantra sakti penyemangat menghadapi pergantian tahun. Harapannya, peruntungan dan kesejahteraan tahun baru ini lebih baik dibanding tahun-tahun lampau.

Optimisme ini bahkan berada pada puncaknya di awal tahun ini. Di kalangan pebisnis, sebagai contoh, tingginya level keyakinan mereka terekam dari survei Indeks Keyakinan CEO KONTAN atau KONTAN CEO Confidence Index (KCCI) periode kuartal I-2020 (Harian KONTAN, edisi 6 Januari 2020).

Para petinggi di perusahaan melihat faktor ketidakpastian politik sudah lewat selepas pemilu 2019 yang menegangkan. Alhasil, kini mereka bersiap menginjak pedal ekspansi bisnis di tahun 2020.

Keyakinan yang sama juga tampak dari kalangan rakyat jelata. Bahkan jika melihat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) dari Danareksa Research Institute (DRI), optimisme masyarakat pada pengujung tahun lalu berada di posisi tertinggi sejak Desember 2004. Sekali lagi, sikap positif itu terpicu oleh pengharapan bahwa ekonomi Tanah Air ke depan akan cemerlang.

Nah, dua hasil survei ini merupakan modal bagus bagi kita memasuki tahun ini. Tinggal bagaimana para pemangku kepentingan ekonomi menjaga momentum positif ini. Lebih penting lagi adalah mengerjakan pekerjaan rumah yang belum tuntas.

Salah satu pekerjaan rumah terbesar di bidang ekonomi itu adalah mengatasi kelesuan ekonomi dan pelemahan daya beli. Apalagi kini makin sering terdengar keluhan sulitnya mencari uang. Bukan saja kalangan pedagang kecil, pebisnis besar pun makin merasakan efeknya.

Bahkan dalam beberapa bulan terakhir mendadak perputaran uang seperti mandek tak bergerak. Entah kemana uang pergi. Yang terang, menyusutnya peredaran uang ini juga terekam oleh data statistik Bank Indonesia (BI).

BI mencatat, periode Juni hingga Oktober 2019, peredaran uang di masyarakat terus turun. Juni lalu peredaran uang sekitar Rp 625,4 triliun, dan turun lagi di bulan-bulan selanjutnya hingga menjadi Rp 611 triliun pada Oktober lalu.

Memang, usainya pemilu dan Lebaran turut berandil mengerem peredaran uang. Meski begitu, tren penurunan peredaran uang selama berbulan-bulan itu perlu jadi perhatian serius karena arus peredaran uang seirama laju ekonomi.

Moral ceritanya, optimisme terhadap prospek ekonomi negeri ini lebih mudah dijaga jika perputaran uang di pasaran lancar dan terus membesar.

Penulis : Barly Halim Noe

Managing Editor




TERBARU

Close [X]
×