kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Pilihan Redam Korona

oleh Syamsul Ashar - Redaktur Pelaksana


Selasa, 25 Februari 2020 / 15:03 WIB
Pilihan Redam Korona
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Maria Ignatia Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Penyebaran virus korona Covid-19 dari Wuhan, Hubei, China ke hampir seluruh penjuru dunia telah menjadi petaka global. Tidak cuma China yang menjadi endemik virus, negara-negara Persia seperti Iran, bahkan di Eropa seperti Italia, mulai kelabakan menghadapi lonjakan penderita virus ini. Tetangga China, yakni Korea Selatan, saat ini juga kelimpungan lantaran mendapat stempel negara dengan warga terinveksi virus korona terbanyak setelah Republik Rakyat China.

Virus Covid-19 tidak cuma menyebabkan korban nyawa. Bagi China virus ini telah menyebabkan sebagian besar kehidupan di beberapa wilayah menjadi lumpuh. Kegiatan masyarakat makin terbatas, dan kegiatan industri maupun bisnis menjadi ikut terganggu. Maklum pemerintah China tak ingin wabah makin masif sehingga melarang aktivitas yang berpotensi menjadi ajang penularan virus secara massal.

China adalah negara dengan penduduk sekitar 2,3 miliar, dengan tingkat produk domestik bruto (PDB) terbesar kedua di seluruh dunia setelah Amerika Serikat. PDB negeri ini diprediksi mencapai US$ 13,7 triliun dollar atau dengan pangsa sekitar 15,5% dari PDB global.

Dana Moneter Internasional (IMF) pekan lalu memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China dari sebelumnya 5,8% menjadi 5,6%.

Perubahan kondisi perekonomian di negara dengan pasar sekaligus produsen terbesar dunia, seperti China, tentu akan membawa dampak bagi negara lain. Bagi Indonesia setiap ekonomi China melemah 1% maka bisa menyebabkan ekonomi Indonesia turun 0,3%-0,6%. Maklum saat ini sekitar 16,6% ekspor non migas Indonesia menuju China. Sementara impor dari China porsinya sekitar 30% dari total impor.

Selain perdagangan wisatawan dari China juga mendominasi turis asing yang datang ke Indonesia. Jumlahnya mencapai 2,07 juta atau 12,9% dari total turis asing yang berkunjung ke Indonesia.

Karena dampak ini pemerintah mencoba merumuskan stimulus untuk mengurangi dampak virus korona terhadap ekonomi dalam negeri. KONTAN telah menjaring 10 pilihan kebijakan yang bisa ditempuh untuk meredam krisis. Mulai merogoh kocek dengan mengguyurkan stimulus untuk mendongkrak konsumsi, karena kita tahu 56% pertumbuhan ekonomi didorong dari konsumsi dalam negeri.

Bisa juga dengan memberi insentif bagi biro travel untuk membawa turis asing non China untuk pelesiran Indonesia. Meski cara ini jelas lebih rumit saat krisis seperti ini.

Penulis : Syamsyul Ashar

Redaktur Pelaksana




Close [X]
×