Close
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.900
  • SUN92,51 0,63%
  • EMAS612.058 0,50%

Pilkada 2018 dan indeks kerawanan

Selasa, 09 Januari 2018 / 11:30 WIB

Pilkada 2018 dan indeks kerawanan



Peran parpol

Tentu selain para penyelenggara pemilu, pengawas, dan aparat keamanan, langkah deteksi dini dan menyusun antisipasi juga perlu dilakukan oleh partai politik. Mengapa partai politik? Sebagai lembaga demokrasi yang menjadi "kawah candradimuka" para calon kepala daerah, partai memiliki peran strategis dalam mengantisipasi segala bentuk kerawanan dalam pilkada.

Pertama, partai politik merupakan "perahu" bagi para kandidat yang akan berlaga dalam pilkada. Untuk mencegah secara dini terjadinya konflik dalam pilkada, setiap partai politik pengusung dapat melakukan "kontrak politik" terhadap sang calon yang berisi komitmen menghindari konflik dan penggunaan cara-cara politik kotor, seperti melancarkan program kampanye hitam ataupun politik sara.

Kedua, partai politik perlu kiranya melakukan pendidikan politik terhadap masyarakat secara umum, konstituen ataupun tim sukses sang kandidat. Kesadaran untuk melakukan politik bersih dan tertib politik perlu dimulai dari partai sebagai lembaga demokrasi modern. Ini penting karena secara esensial, partai sejatinya memiliki fungsi untuk mencegah terjadinya konflik.

Merujuk pendapat Budiardjo (2003), selain memiliki fungsi sebagai komunikasi politik, sosialisasi politik, rekruitmen politik, partai juga  memiliki fungsi mengelola konflik. Di sini partai bertugas mengelola konflik yang muncul di masyarakat sebagai suatu akibat adanya dinamika demokrasi, yang memunculkan persaingan dan perbedaan pendapat.

Karena itu, elite partai seyogianya  menyadari  bahwa  pilkada  bukan  sekadar  terkait dengan kepentingan memperebutkan kekuasaan,  melainkan juga  keterlibatan  rakyat  dalam  sebuah pesta  demokrasi.  Ini artinya, pilkada harus dijadikan sebagai sarana pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai dengan nuraninya.

Dalam konteks lebih luas, pilkada juga sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah. Pasalnya, keberhasilan otonomi daerah salah satunya ditentukan oleh pemimpin lokal. Semakin baik pemimpin lokal yang dihasilkan dalam pilkada 2018, maka akan berdampak pada terwujudnya cita-cita otonomi daerah, yang antara lain meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah yang bersangkutan dengan selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat yang ada.

Akhirnya, sudah saatnya berbagai titik kerawanan dan potensi ancaman pilkada 2018 diantisipasi sejak dini. Tahun politik 2018 harus menjadi momentum pendewasaan elite dan pendidikan politik bagi publik.                                  


TERBARU
MARKET
IHSG
-7,92
5.874,30
-0.13%
 
US/IDR
14.893
0,19
 
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = || diagnostic_api_kanan = || diagnostic_web =

×