kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45788,56   1,37   0.17%
  • EMAS1.011.000 -0,10%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.11%

Piring Bersih

oleh Barratut Taqiyyah Rafie - Redaktur Pelaksana


Sabtu, 15 Agustus 2020 / 12:34 WIB
Piring Bersih
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - China baru saja meluncurkan kampanye Piring Bersih jilid 2. Melansir Global Times, ini merupakan kebijakan baru untuk mengurangi sampah makanan di negeri panda tersebut. Sebelumnya, kampanye jilid 1 yang serupa juga pernah dihelat di tahun 2013. Pada waktu itu, kampanye Piring Bersih yang diluncurkan menargetkan resepsi dan jamuan mewah yang diadakan para pejabat.

Kampanye ini dirilis setelah Presiden China Xi Jinping menyoroti masalah limbah makanan yang ia sebut mengejutkan dan menyedihkan. Apalagi, China tengah dihantam oleh musibah beruntun, mulai pandemi virus korona baru hingga banjir besar yang menghancurkan area persawahan.

Soal yang satu ini, Indonesia sepertinya harus bercermin dari China. Apalagi, data Barilla Center for Food & Nutrition pada 2016 menunjukkan, negara kita merupakan negara pembuang makanan kedua terbanyak setelah Arab Saudi. Berdasarkan data itu, setiap tahun, satu orang Indonesia membuang sekitar 300 kilogram makanan!

Ini merupakan sesuatu yang memprihatinkan, mengingat dalam kondisi pandemi Covid-19 saat ini, muncul ancaman krisis pangan yang dihadapi oleh seluruh negara. Tak terkecuali Indonesia.

Dari latar belakang itulah Presiden Jokowi meluncurkan program yang dinamakan lumbung pangan (food estate) di Kalimantan Tengah. Secara total, terdapat sekitar 30.000 hektare (ha) yang disiapkan untuk memasok kebutuhan pangan nasional. Jokowi berharap, lahan yang dijadikan sebagai lumbung pangan itu dapat berkembang. Ditargetkan dalam dua tahun akan bertambah sebanyak 148.000 ha.

Sayangnya, program pemerintah kurang melibatkan masyarakat secara langsung. Tidak hanya menyetok bahan pangan nasional, sudah semestinya semua masyarakat mulai berhemat dan tidak membuang-buang makanan. Kampanye Piring Bersih ala Xi Jinping bisa kita tiru. Cara yang paling sederhana bisa dimulai dari keluarga. Orangtua bisa menanamkan sejak dini kepada anak-anaknya bagaimana menghargai makanan, bagaimana menerapkan kebiasaan berhemat, dan menumbuhkan rasa malu jika melakukan pemborosan.

Selain itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tentu harus ada gebrakan pemerintah. Misalnya, lewat undang-undang dan pengawasan, mengambil langkah-langkah efektif, dan membangun mekanisme jangka panjang untuk menghentikan limbah makanan.

Penulis : Barratut Taqiyyah Rafie

Redaktur Pelaksana



TERBARU

[X]
×