kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.595
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS610.041 0,33%

Politik bermartabat lewat penegakan hukum

Kamis, 12 Juli 2018 / 15:13 WIB

Politik bermartabat lewat penegakan hukum



Pemilihan kepala daerah telah rampung, tapi meninggalkan banyak catatan. Salah satunya berasal dari timeline yang dipasang untuk maraton pemilu kita kali ini. Sejak pemilihan umum untuk memilih anggota DPR dan DPRD serta Presiden pada 2014 silam, praktis tidak pernah ada masa tenang yang dinikmati bangsa kita untuk dapat bekerja, apalagi bekerjasama. Sehabis pemilihan umum 2014, pemilihan kepala daerah terus menerus tanpa henti.

Dimulai pada tahun 2015, kita mengalami pemilihan kepala daerah serentak yang pada masa itu saja terdapat sembilan pemilihan kepala daerah tingkat I dan 260 pemilihan kepala daerah tingkat II. Pada tahun 2017, jumlah ini berubah menjadi tujuh pemilihan kepala daerah tingkat I, dan 94 pemilihan kepala daerah tingkat II. Pada tahun 2018 ini, jumlah daerah yang melakukan pemilihan kepala daerah tingkat I meningkat menjadi 17 provinsi, dan pemilihan kepala daerah tingkat II ada di 154 kabupaten dan kotamadya.

Jumlah pemilihan kepala daerah yang masif setiap tahun ini tentu saja mengakibatkan gesekan politis menjadi tidak terhindarkan. Hal ini ditunjukkan dengan fenomena yang terjadi pada pemilihan kepala daerah serentak pada tahun 2017 dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai crme de la crme, puncak dari segala kekisruhan politik. Saat itu, identitas menjadi alat politik ditunjukkan secara vulgar. Bahkan pada tahun 2018, penggunaan politik identitas serta politik uang semakin menemukan bentuknya.

Seluruh kekisruhan politik ini tentu hanyalah prelude dari pemilihan umum yang lebih besar di tahun 2019 mendatang, pemilihan presiden. Apalagi, banyak yang menyokong incumbent, tapi tidak sedikit pula yang menginginkan perubahan. Bahkan, bagi yang menginginkan perubahan sudah menunjukkan aksinya baik di media sosial maupun sampai aksi turun ke jalan.

Bahkan baru-baru ini, di depan sebuah gerai martabak yang dimiliki oleh anak sang incumbent, aksi demonstrasi terjadi. Seolah, kita sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang pantas untuk dipolitisasi dan mana yang tidak. Aksi di depan gerai martabak itu menunjukkan betapa langka dan mahalnya sebuah politik yang bermartabat.

Tapi tanpa disadari, tahun 2019 sesungguhnya bukanlah akhir dari semua kekisruhan yang kita alami saat ini, namun hanyalah periode awal dari tahun-tahun panjang menuju sebuah masa yang tidak menentu. Kalaupun pemilihan presiden tahun 2019 usai, tidak ada jaminan bahwa tensi politik akan turun mengingat siklus serupa masih akan terjadi hingga pemilihan yang benar-benar serentak terjadi pada tahun 2027 nanti.

Artinya, masa-masa tenang dari kontestasi politik baru bisa dinikmati bangsa ini pasca 2027 dimana pilkada terjadi benar-benar secara serentak. Maka, menanti tahun 2017 itu, kita perlu tahan menghadapi transisi yang pastinya akan penuh gejolak ini. Kontestasi sebenarnya adalah di tahun 2027 kelak dan bangsa yang sudah lelah dan skeptis menjalani 12 tahun ketidakpastian, akan lengah dan rentan abai untuk memilih yang terbaik kelak.

Dalam 12 tahun ini, akan banyak terjadi perubahan besar dan para politisi veteran akan bertumbangan, baik karena ajal menjelang atau karena gagal melihat aspirasi masyarakat. Dalam 12 tahun ini pula, akan muncul politisi baru, yang entah lebih baik, sama bobroknya, atau bahkan lebih bobrok daripada para pendahulu mereka. Generasi yang satu datang dan generasi yang lain pergi. Namun, apakah bangsa kita akan tetap menjaring angin?


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0028 || diagnostic_api_kanan = 0.0674 || diagnostic_web = 0.9257

Close [X]
×