kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,14   -3,74   -0.39%
  • EMAS956.000 -0,21%
  • RD.SAHAM -1.46%
  • RD.CAMPURAN -0.55%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Prioritas Pengendalian

oleh Khomarul Hidayat - Redaktur Pelaksana


Selasa, 05 Januari 2021 / 13:24 WIB
Prioritas Pengendalian
ILUSTRASI.


Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Tahun 2020 sudah kita lalui. Tahun lalu menjadi tahun yang berat bagi dunia.

Selama sekitar setahun ini, dunia berjibaku dengan pandemi korona yang tidak saja menimbulkan korban jiwa jutaan orang di seluruh dunia, juga membuat aktivitas manusia dan ekonomi dibatasi yang menjadikan resesi ekonomi.

Walau sudah setahun sejak virus korona pertama kali merebak di Wuhan, China dan kemudian menyebar ke seantero dunia, belum ada tanda-tanda wabah penyakit menular ini bakal berhenti dalam waktu dekat.

Alih-alih mereda, jumlah kasus positif korona malah makin bertambah banyak. Bahkan, dunia kini dihadapkan lagi pada penyebaran varian baru virus korona yang kabarnya 70% lebih cepat menular dibandingkan virus aslinya.

Boleh dibilang, wabah korona masih bakal menghantui dunia lagi di tahun ini. Cuma bedanya, kini dunia sudah mulai memiliki tameng yakni vaksin korona. Kita berharap vaksin korona bisa diberikan secepat mungkin.

Di beberapa negara, vaksinasi korona untuk penggunaan darurat sudah mulai dilakukan. Indonesia termasuk yang akan memulai program vaksinasi korona dalam waktu dekat. Perkiraan pemerintah, butuh waktu sekitar 15 bulan untuk memberikan vaksin korona terhadap 181,5 juta penduduk Indonesia.

Kabar pengembangan vaksin korona yang sudah masuk tahap akhir plus kesiapan pemberian vaksin memberikan optimisme bahwa tahun ini akan menjadi tahun pemulihan dan titik balik ekonomi. Optimisme terhadap pemulihan ekonomi tersebut yang membuat pasar saham dan pasar keuangan antusias dan bergairah di awal tahun ini.

Namun yang tak kalah penting, sembari menanti program vaksinasi korona dijalankan, pengendalian wabah korona tetap harus menjadi prioritas utama. Sebab, pengendalian wabah korona menjadi kunci pemulihan ekonomi.

Karena itu, penting bagaimana caranya agar selama vaksin belum terdistribusi merata, jumlah kasus baru korona tidak meledak atau sampai muncul gelombang baru kasus korona. Syukur-syukur kalau bisa ditekan. Kegagalan mengendalikan wabah korona bakal menjadi sentimen negatif dan ujungnya akan semakin memberatkan upaya memulihkan perekonomian.

Bukan itu saja, pemerintah juga harus menyediakan anggaran lebih besar lagi untuk kesehatan, perlindungan sosial dan juga pemulihan ekonomi.

Penulis : Khomarul Hidayat

Redaktur Pelaksana




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×