kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.960
  • EMAS705.000 1,15%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Problem likuiditas perbankan syariah 2019


Jumat, 11 Januari 2019 / 18:39 WIB

Problem likuiditas perbankan syariah 2019

Tidak terasa akhirnya kita telah meninggalkan tahun 2018 Seperti kita rasakan, tahun lalu menjadi tahun yang penuh dinamika dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Kondisi hari ini begitu riuh rendah dengan aroma kompetisi di bidang politik yang begitu kental. Begitu juga dengan industri perbankan syariah, saat memasuki tahun 2019, tampaknya masih menyisakan beberapa problem utama sampai dengan tahun lalu.

Sejatinya ada dua persoalan utama yang dihadapi bank syariah di Indonesia. Pertama, kualitas aset yang rendah dan kedua, permodalan terbatas.

Kualitas aset yang rendah dibuktikan dengan tingginya pembiayaan bermasalah. Tidak hanya Bank Muamalat, Bank BJB Syariah, Bank Panin Dubai Syariah, Bank Syariah Bukopin, Bank BRI Syariah juga harus berkeringat untuk menyelesaikan problem kualitas aset yang rendah ini.

Mengapa pembiayaan bermasalah terlalu tinggi dan melewati standar? Karena pembiayaan yang diberikan bank syariah adalah pembiayaan riil, yang tengah berada di siklus perekonomian yang menurun, dengan ekspansi pembiayaan yang melambat. Kondisi ini menyebabkan penurunan kualitas aset dan meningkatnya pembiayaan bermasalah.

Selain faktor eksternal seperti belum stabilnya kondisi ekonomi dan faktor regulasi, bank syariah juga harus konsentrasi memperbaiki kualitas internal bank. Faktor internal bank diantaranya karakter dan kapasitas sumber daya insani bank serta kapasitas dan karakter nasabah. Faktor kapasitas sumber daya insani begitu berpengaruh terhadap tingginya pembiayaan bermasalah ini.

Problem kedua yang dihadapi perbankan syariah di Indonesia baik bank umum syariah (BUS) dan unit usaha syariah (UUS) adalah permodalan yang masih terbatas. Sebagaimana dimaklumi, dari 34 pemain di industri perbankan syariah 13 adalah bank umum syariah dan sebanyak 21 berbentuk unit usaha syariah.

Bagaimana sebaran modal BUS dan UUS ini. Dari 13 bank umum syariah hanya Bank Syariah Mandiri (BSM) yang masuk bank dengan kategori modal sampai Rp 30 triliun. Sedangkan tujuh bank seperti BTPN Syariah, BNI Syariah, BCA Syariah, Aceh Syariah, Mega Syariah, BRI Syariah, Muamalat masuk kategori modal Rp 1 triliun sampai dengan Rp 5 triliun.

Sementara, Maybank, Victoria, Bukopin Syariah, BJB Syariah dan Panin Dubai memiliki modal dibawah Rp 1 triliun. Ini merupakan fakta gambaran dari besaran modal bank umum syariah di Indonesia saat ini.

Lalu bagaimana dengan permodalan unit usaha syariah. Saat ini terdapat 21 unit usaha syariah (UUS). Dari 21 unit usaha syariah itu sebagian besar dimiliki pemerintah daerah (BPD). Rata-rata 15 BPD yang ada saat ini memiliki modal dibawah Rp 1 triliun.

Sedangkan bank swasta nasional memiliki modal lebih baik. Dengan demikian dapat kita lihat betapa terbatasnya permodalan industri perbankan syariah kita.

Memahami latar belakang diatas, maka pada tahun ini, perbankan syariah harus memperhatikan tantangan pengelolaan likuiditas. Kondisi tersebut tidak terlepas dari keadaan global yang menjadi perhatian banyak pihak.

Misalnya apakah bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve (The Fed) bakal mengerek kembali suku bunga The Fed Fund Rate mereka, atau tidak. Jika naik, biasanya akan memicu keketatan likuiditas di pasar keuangan global.

Masalahnya, likuiditas pada kondisi hari ini sangat penting untuk bank syariah dalam menjalankan aktivitas bisnisnya. Apakah itu untuk mengatasi kebutuhan mendesak, memenuhi permintaan nasabah terhadap pembiayaan, dan memberikan fleksibilitas dalam meraih kesempatan investasi yang menarik dan menguntungkan.

Likuiditas yang tersedia harus cukup, tidak boleh terlalu kecil. Sebab likuiditas yang pas-pasan, bisa mengganggu kebutuhan operasional sehari-hari. Tetapi likuiditas juga tidak boleh terlalu besar, karena akan menurunkan efisiensi dan berdampak pada rendahnya tingkat profitabilitas.


Reporter: Tri Adi
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Terpopuler
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0468 || diagnostic_web = 0.3281

Close [X]
×