Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.568
  • SUN94,17 -0,23%
  • EMAS655.000 -0,15%

Properti bangkit

Rabu, 05 Desember 2018 / 12:50 WIB

Properti bangkit

Sektor properti akan bullish pada tahun depan. Harapan ini rasanya tidak ketinggian. Sebab, tanda-tanda kebangkitan bisnis properti mulai terasa di pengujung tahun ini.

Sebuah kelompok usaha properti nasional melaporkan, permintaan proyek residensial mereka di pinggiran ibukota membeludak. Bahkan, saking kencangnya permintaan, perusahaan ini harus meluncurkan satu klaster lagi menjadi dua klaster proyek hunian. Secara total, target penjualannya di atas Rp 200 miliar.

Ada sederet alasan mengapa sektor properti pada tahun depan akan unjuk gigi. Pertama, pengusaha properti sudah lama berpuasa. Dalam lima tahun terakhir, bisnis properti lesu darah. Alhasil, kemungkinan bullish sektor properti pada tahun depan cukup wajar.

Apalagi, para investor pasar saham juga sudah lama menantikan kebangkitan sektor properti. Kapitalisasi pasar saham emiten properti besar memang masih menyusut. Salah satu indikasinya, sejak awal tahun hingga kemarin atau year-to-date (ytd), indeks saham properti masih menurun 9,42%. Pelemahan ini lebih buruk dibandingkan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sebesar 3,19% (ytd).

Alasan kedua, sejumlah kebijakan otoritas di negeri ini cukup mendukung sektor properti. Guyuran insentif terus mengalir, mulai dari pelonggaran aturan loan to value (LTV) kredit properti oleh Bank Indonesia (BI) hingga aneka insentif pajak. Misalnya penghapusan Pajak Penghasilan (PPh) 22 serta Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). Kini, pemerintah berencana menyederhanakan administrasi terkait penelitian bukti pemenuhan kewajiban penyetoran PPh.

Namun bisnis properti bukan tanpa tantangan. Hambatan paling klasik adalah bunga kredit properti, baik kredit kepemilikan rumah (KPR) maupun kredit kepemilikan apartemen (KPA). Kita tahu, ketika bunga acuan BI naik, kalangan perbankan tentu latah mengerek bunga kredit, termasuk kredit properti.

Kendala lain adalah makro ekonomi Indonesia. Tahun ini, laju ekonomi melambat dan bertengger di level 5%. Tahun depan, kita semua berharap ekonomi tumbuh lebih cepat, sehingga merembet ke daya beli dan mendongkrak bisnis properti.

Kebangkitan sektor properti sangat penting bagi Indonesia. Sebab, bobot sektor ini cukup besar dan memunculkan trickle down effect. Ketika properti bangkit, sektor pendukungnya pun akan terkerek, seperti industri keramik, kaca, cat dan banyak lagi.•

Sandy Baskoro

Reporter: Sandy Baskoro
Editor: Tri Adi

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0625 || diagnostic_web = 0.4356

Close [X]
×