Close | x
kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.185
  • SUN95,68 0,05%
  • EMAS667.500 0,15%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Prospek ekonomi tahun 2019

Senin, 07 Januari 2019 / 13:16 WIB

Prospek ekonomi tahun 2019

Ekonomi Indonesia pada tahun ini menghadapi tantangan tidak ringan dibandingkan dengan tahun 2018.

Pertama, volatilitas dan ketidakpastian masih menghantui ekonomi global. Tren kenaikan suku bunga di Amerika Serikat (AS) kemungkinan besar masih terjadi meski akan berkurang dari perkiraan sebelumnya sebanyak tiga kali menjadi dua atau bahkan satu kali.

Selain itu, ancaman perang dagang antara AS dan China masih terjadi meski tensinya mungkin menurun. Namun perundingan keduanya untuk mencari titik temu kepentingan mungkin tak mudah.

Kedua, normalisasi harga komoditas utama ekspor Indonesia yaitu minyak kelapa sawit, batubara, minyak mentah dan karet. Harga komoditas yang sempat meningkat pada 2017 dan 2018 kemungkinan besar mengalami koreksi sehingga daya dorong terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia akan melemah. Alasannya, suplai yang bertambah sebagai respons harga yang relatif tinggi pada 2017 dan 2018, yang terjadi pada komoditas batubara dan minyak mentah.

Sementara, CPO masih dihantui efek tak langsung perang dagang AS dan China yang mengakibatkan harga kedelai dan minyak kedelai turun. Harga karet masih tertekan karena kualitas karet sintetis makin baik sehingga kian dekat sebagai produk substitusi karet alam.

Ketiga, stabilitas eksternal yaitu kurs rupiah dan stabilitas internal yaitu inflasi. Kurs rupiah masih bergejolak sebagai akibat volatilitas dan ketidakpastian ekonomi global.

Namun gejolak ini mungkin lebih rendah dibandingkan tahun 2018. Perlambatan ekonomi AS dan target kenaikan suku bunga The Fed yang lebih rendah akan menguntungkan negara-negara emerging market. Sehingga tekanan arus modal agak berkurang.

Selain itu, inflasi pun masih menjadi tantangan agar tingkat harga-harga umum terjaga sehingga daya beli masyarakat dapat dipertahankan. Tantangan utama tekanan inflasi adalah penyesuaian harga BBM dan listrik dan pengaruh cuaca El Nino. Namun, kita berharap distribusi dan ketersediaan barang-barang dapat terjaga dengan semakin baiknya kualitas infrastruktur.

Keempat, mengendalikan twin deficits yaitu defisit neraca transaksi berjalan dan defisit anggaran belanja negara. Masalah defisit neraca transaksi berjalan telah mengemuka di 2018 sehingga menekan rupiah.


Reporter: Tri Adi
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Rumah Pemilu
Rumah Pemilu
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0008 || diagnostic_api_kanan = 0.0443 || diagnostic_web = 0.6098

Close [X]
×