kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.237
  • EMAS623.158 -0,48%

Ragam berkah pertemuan IMF dan Bank Dunia

Kamis, 11 Oktober 2018 / 14:34 WIB

Ragam berkah pertemuan IMF dan Bank Dunia



Saat ini Indonesia sedang menjadi pusat perhatian global berkat adanya pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF)-Bank Dunia (World Bank) yang diselenggarakan pada 8–14 Oktober 2018 di Nusa Dua, Bali. Pertemuan penting itu dihadiri sekitar 15.000 yang terdiri dari delegasi dan non delegasi dari 189 negara. Berkah apa saja yang bisa terjadi bagi pertumbuhan ekonomi nasional?

Tak kurang dari Christine Lagarde, Direktur Pelaksana IMF dalam pidatonya di kantor Pusat IMF Washington DC, Amerika Serikat pekan lalu mengatakan, pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali adalah momen yang menantang bagi Indonesia. Yang telah bertransformasi dalam beberapa dekade terakhir, membuka ekonomi semakin dinamis serta sudah bisa memanfaatkan kreativitas dan keragaman masyarakat.

Kalau begitu, berkah apa saja yang sesungguhnya bisa mengucur bagi perekonomian kita. Ada beberapa poin. Pertama, pertemuan itu diharapkan dapat menarik investasi seluas-luasnya. Investasi merupakan salah satu alat pembentuk produk domestik bruto (PDB) selain ekspor, konsumsi rumah tangga dan kucuran dana pemerintah (goverment spending). Pertemuan yang berjalan aman dan sukses merupakan simbol Indonesia sebagai negara yang aman untuk investasi.

Kini Indonesia memiliki risiko negara (country risk) yang cukup baik (moderate risk). Selama ini investor asing selalu akan menilai risiko negara sebelum menanamkan dana. Menurut Alan C. Shapiro (1998), risiko negara adalah suatu cara pengukuran mengenai tingkat ketidakpastian politik dan ekonomi dalam suatu negara yang dapat berdampak pada nilai pinjaman dan investasi di negara tersebut.

Tingkat risiko negara itu memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai apa yang bisa kita perkirakan dari persepsi maupun tingkah laku para kreditur maupun investor terhadap kegiatan mereka yang berkaitan dengan negara kita. Tingkat risiko semacam itu pada akhirnya juga akan mencerminkan pula rating yang akan diberikan oleh perusahaan rating terkemuka.

Jangan lupa bahwa perusahaan rating Standard and Poors (S&P), Moodys dan Fitch Rating telah memberikan predikat layak investasi (investment grade) kepada Indonesia.

Sejatinya, pertemuan akbar itu merupakan jendela yang terbuka lebar bagi investor global. Risiko negara itu meliputi risiko ekonomi (25%), risiko keuangan (25%) dan risiko politik (50%). Artinya, risiko politik mendominasi dalam penilaian risiko negara. Oleh karena itu, Indonesia harus mampu mengendalikan kondisi politik termasuk penyelenggaraan pemilu 2019 dengan saksama sehingga risiko negara tetap terjaga.

Kedua, pertemuan itu pun dimanfaatkan untuk menggalang solidaritas bagi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara barat (NTB) dan korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tenggara. Dengan demikian, bantuan asing akan membantu percepatan pemulihan kembali daerah itu.


OPINI

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0016 || diagnostic_api_kanan = 0.0774 || diagnostic_web = 0.7653

Close [X]
×