kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR13.980
  • EMAS697.000 -0,71%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN 0.27%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.13%

Rekahan lelang jabatan


Kamis, 04 April 2019 / 16:24 WIB

Rekahan lelang jabatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 15 Maret 2019 lalu resmi menetapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy (Rommy), sebagai tersangka dalam kasus suap seleksi jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemnag) tahun 2018-2019. KPK juga menetapkan dua pejabat Kemnag, yakni (1) Muhammad Muafaq Wirahadi (Kepala Kantor Kemnag Kabupaten Gresik) dan (2) Haris Hasanuddin (Kakanwil Kemnag Provinsi Jawa Timur) sebagai pemberi suap.

Muafaq dan Haris mengikuti lelang jabatan calon pejabat pimpinan tinggi di Kemnag, kemudian dalam proses memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, keduanya mendatangi kediaman Rommy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta pada 6 Februari 2019.

Dalam proses seleksi, sebenarnya nama Haris Hasanuddin tidak diusulkan ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, karena yang bersangkutan pernah mendapatkan hukuman disiplin. Namun, trading in influence dari Rommy (selaku Ketua PPP) diduga telah mengubah keadaan.

Haris Hasanuddin akhirnya dilantik oleh Menteri Agama sebagai Kakanwil Kemnag awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemnag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Rommy. Sehingga pada 15 Maret 2019, Muafaq, Haris, dan calon anggota DPRD Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Rommy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan (suara.com 16/3/2019).

Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh KPK tersebut di atas menambah kecurigaan publik terhadap mekanisme lelang jabatan. Apa jangan-jangan mekanisme lelang tersebut hanya kedok belaka? Sedangkan yang terjadi di belakang proses lelang jabatan adalah jual beli jabatan itu sendiri.

Sebetulnya istilah lelang jabatan ini tidak termasuk istilah hukum, bahkan terminologi dan frasa mengenai lelang jabatan pun tidak termuat dalam Undang-Undang (UU) No 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Istilah lelang jabatan ialah istilah birokratis, yang muncul dalam praktik pengisian jabatan pemerintahan atau birokrasi yang dilakukan untuk memenuhi prinsip meritokrasi.

Pada pasal 1 angka 22 UU ASN menjelaskan, meritokrasi atau sistem merit merupakan kebijakan dan manajemen ASN yang didasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan. Konsep ini sesungguhnya baik, karena titahnya adalah untuk menghasilkan kesetaraan tanpa diskriminasi dalam pengisian jabatan publik.

Kemudian, keterangan lanjutan dapat dilihat dalam pasal 108 UU tersebut, yang mengatur tentang pengisian jabatan di pemerintahan. Pengisian jabatan pimpinan tinggi utama dan madya pada kementerian, kesekretariatan lembaga negara, lembaga non-struktural, dan instansi daerah dilakukan secara terbuka dan kompetitif di kalangan ASN. Proses ini dengan memperhatikan syarat kompetensi, kualifikasi, kepangkatan, pendidikan dan latihan, rekam jejak jabatan, dan integritas serta persyaratan lain yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Promosi yang terbuka dan kompetitif digunakan dalam regulasi tersebut di atas, terutama untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi sebagaimana diatur dalam Pasal 72 ayat (1) UU ASN. Sistem promosi dilakukan berdasarkan perbandingan yang objektif antara kompetensi, kualifikasi, dan persyaratan yang dibutuhkan oleh jabatan, penilaian atas prestasi kerja, kepemimpinan, kerjasama, kreativitas dan pertimbangan dari tim penilai kerja PNS pada instansi pemerintah.


Reporter: Harian Kontan
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Redaksi | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0513 || diagnostic_web = 0.3111

Close [X]
×