kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45754,18   -2,20   -0.29%
  • EMAS1.007.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN -0.11%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Rekor Wabah

oleh Harris Hadinata - Redaktur Pelaksana


Sabtu, 05 September 2020 / 14:10 WIB
Rekor Wabah
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Di tengah euforia dan harapan pengembangan vaksin Covid-19 yang tampaknya bergerak dalam arah positif, penyebaran virus korona tersebut masih belum dapat dihentikan. Peningkatan kasus positif Covid-19 bahkan terhitung mengkhawatirkan.

Per pukul 12.00 WIB kemarin (4/9), Indonesia mencatatkan penambahan 3.269 kasus baru positif Covid-19. Dengan demikian, total kasus Covid-19 di Indonesia saat ini sudah mencapai 187.537 kasus, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret silam.

Sehari sebelumnya, Indonesia bahkan mencatatkan penambahan kasus Covid-19 sebesar 3.622 kasus dalam sehari. Ini adalah rekor penambahan kasus Covid-19 harian tertinggi. 1.359 kasus di antaranya, atau sekitar 37,52%, merupakan penambahan di DKI Jakarta.

Memang, Indonesia bukan satu-satunya yang mengalami peningkatan dahsyat kasus Covid-19. Contoh lain adalah Korea Selatan. Sebelumnya, negeri ginseng ini sempat berhasil menekan penyebaran Covid-19.

Namun, mulai bulan lalu, kasus Covid-19 kembali meningkat. Negeri K-Pop ini kini menghadapi gelombang kedua pandemi korona. Rumahsakit bahkan sempat kehabisan tempat tidur untuk menampung pasien Covid-19, saking banyaknya yang terinfeksi.

Gelombang kedua ini bermula dari acara keagamaan sebuah gereja di Seoul, dan menyebar semakin masif saat demonstrasi antipemeritah di 15 Agustus lalu. Sejumlah jemaat gereja di Seoul tadi diduga ikut bergabung dalam aksi tersebut.

Saat ini, pemerintah Korea Selatan kembali memberlakukan pembatasan. Pemerintah Korea Selatan, antara lain, melarang kegiatan yang mengumpulkan banyak orang di satu tempat, termasuk kegiatan keagamaan dan demonstrasi. Bar dan kelab malam juga ditutup. Syuting drama dan sejumlah acara televisi juga terhenti akibat pembatasan ini.

Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan Indonesia. Meski mengakui belum berhasil menekan kasus Covid-19, pemerintah Indonesia tetap memilih memberlakukan kenormalan baru, seiring upaya memulihkan ekonomi.

Memang, ada sinyal baik dari pertumbuhan ekonomi. Bulan lalu, PMI sektor manufaktur kembali berada di atas level 50. Artinya, sektor manufaktur kembali menggeliat.

Perlu ada kebijakan demi memutus rantai penyebaran virus korona. Pemerintah perlu mengubah strategi respons terhadap pandemi dan kembali memprioritaskan penanganan pandemi.

Penulis : Harris Hadinata

Redaktur Pelaksana



TERBARU

[X]
×