kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Rela Potong Margin


Selasa, 19 November 2019 / 07:20 WIB
Rela Potong Margin

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Penyaluran kredit perbankan adalah salah satu kamera yang andal untuk memotret kondisi ekonomi Indonesia. Maklum, kredit bank merupakan sumber pembiayaan penting bagi kegiatan ekonomi.

Kucuran kredit yang deras menandakan aktivitas ekonomi juga menggeliat kencang. Begitu sebaliknya, kredit yang seret menjadi alarm ekonomi tengah kurang tenaga. Potret itu klop dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini.

Data pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2019 lalu yang cuma 5,06% selaras pula dengan kredit bank yang tumbuh mini.

Merujuk data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pertumbuhan kredit perbankan sampai September 2019 hanya 7,9% secara tahunan, masih jauh dari target OJK yang sebesar 9%-11% di tahun ini. Hingga akhir tahun, OJK memproyeksikan pertumbuhan kredit sekitar 8%-10%.

Upaya untuk menggedor bank agar makin aktif menggelontorkan kredit sebetulnya sudah dilakukan. Bank Indonesia (BI) bahkan dalam empat bulan berturut memangkas suku bunga acuan hingga 100 basis poin dari 6% menjadi 5%.

Nyatanya, penurunan bunga BI yang agresif tak diikuti bank dengan menggunting bunga kredit secara agresif pula. Padahal bunga kredit yang tinggi acap menjadi keluhan para pengusaha sehingga menurunkan minat mencari pendanaan dari perbankan.

Tingginya bunga kredit ini juga menjadi sorotan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Saat membuka Indonesia Banking Expo 2019 pada 9 November 2019 lalu, Jokowi terang-terangan meminta perbankan menurunkan suku bunga kredit untuk membantu menumbuhkan ekonomi yang tengah melambat.

Keengganan bank segera memangkas bunga kredit ini, boleh jadi karena bank ingin menjaga margin tetap lebar sehingga laba tetap bisa tumbuh besar.

Margin bunga bersih perbankan Indonesia bahkan jauh lebih tinggi dibandingkan bank-bank di kawasan regional. Catatan OJK, margin bunga bersih perbankan per Agustus 2019 sebesar 4,9%.

Dibandingkan dengan margin bunga bersih bank-bank besar Singapura yang sekitar 1,6%-2,1%, margin perbankan Indonesia lebih besar dua kali lipat.

Memang dengan margin besar itu, industri perbankan Indonesia memiliki daya pikat luar biasa bagi investor. Hanya saja, saat ekonomi kurang gairah seperti sekarang, butuh kerelaan bank memotong margin. Toh, saat ekonomi lebih hidup, bank juga yang ketiban untung.

Penulis : Kohmarul Hidayat

Redaktur Pelaksana



Video Pilihan

TERBARU

Close [X]
×