kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Respons positif kenaikan peringkat


Senin, 17 Juni 2019 / 14:13 WIB
Respons positif kenaikan peringkat

Reporter: Harian Kontan | Editor: Tri Adi

Usai libur Lebaran, investor kembali ke pasar dengan optimis. Sejak awal tahun, kinerja IHSG telah naik 0,9% ke 6.250, sementara yield (imbal hasil) obligasi acuan bertenor 10 tahun menurun 34,2 bps ke posisi 7,68% (data per 14 Juni 2019).

Sepanjang tahun ini, aliran dana asing yang masuk ke pasar saham sebesar Rp 57,6 triliun dan ke pasar obligasi Rp 57,1 triliun. Nilai tukar rupiah pun terapresiasi 0,5% ke Rp 14.325 per dollar AS.

Indikator ekonomi domestik yang masih solid di tengah ketidakpastian ekonomi global, apalagi setelah Standard & Poors (S&P) menaikkan peringkat utang Indonesia sehari sebelum libur Lebaran, semakin menambah daya tarik bagi investor untuk menanamkan modalnya di pasar domestik.

S&P menaikkan peringkat utang jangka panjang Indonesia atau sovereign credit rating Indonesia dari BBB- menjadi BBB dengan prospek stabil pada akhir Mei 2019. Bersamaan dengan itu, S&P juga menaikkan peringkat utang Indonesia jangka pendek menjadi A-2 dari A-3. Keputusan ini didukung penilaian bahwa ekonomi Indonesia tumbuh lebih cepat dari negara lain yang memiliki tingkat pendapatan sama.

Peningkatan rating ini juga sebagai cerminan kebijakan pemerintah yang berjalan efektif dan pengelolaan keuangan publik yang berkelanjutan. Sebelumnya, pada Februari 2019, lembaga pemeringkat Moodys berpendapat Indonesia merupakan negara yang disiplin mengelola fiskal sehingga mampu mengendalikan defisit anggaran ke tingkat lebih sehat dan berhasil mengelola beban utang yang rendah.

Penilaian positif dari lembaga pemeringkat internasional ini menunjukkan prospek perekonomian Indonesia masih kuat sekaligus sebagai kunci untuk menarik investasi yang lebih besar lagi di pasar domestik.

Aktivitas investor di pasar modal terlihat dari peningkatan porsi kepemilikannya di pasar SBN (Surat Berharga Negara) dan di pasar saham (Bursa Efek Indonesia). Dalam APBN 2019, pemerintah menetapkan target penerbitan SBN sebesar Rp 389 triliun. Hingga 29 Mei 2019, total emisi bersih SBN telah mencapai Rp 187,5 triliun atau 48,2% dari total target.




TERBARU

Close [X]
×