kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45709,36   15,51   2.24%
  • EMAS908.000 -0,11%
  • RD.SAHAM 0.24%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.39%

Respons positif kenaikan peringkat


Senin, 17 Juni 2019 / 14:13 WIB
Respons positif kenaikan peringkat

Reporter: Harian Kontan | Editor: Tri Adi

Sampai minggu kedua Juni 2019, kepemilikan domestik sebesar Rp 1.546 triliun atau 62% dari total kepemilikan SBN, meningkat jika dibandingkan per akhir Desember 2018 senilai Rp 1.475 triliun. Kepemilikan asing pun naik menjadi Rp 952 triliun atau 38% dari total kepemilikan SBN, dari Rp 893 triliun pada akhir Desember 2018. Dari tahun ke tahun, porsi kepemilikan domestik di pasar saham Indonesia mengalami kemajuan cukup pesat.

Pada 2013, kepemilikan domestik di pasar saham baru 37%. Di saat yang sama, investor asing telah mendominasi pasar saham sebanyak 63%. Namun saat ini mayoritas transaksi di bursa saham telah dikuasai investor lokal. Sepanjang 2019, 65% transaksi dikuasai investor domestik senilai Rp 683 triliun dan 35% dilakukan investor asing.

Meningkatnya minat investor lokal diharapkan mendukung kinerja pasar saham domestik agar tak terlalu rentan terhadap aksi investor asing (capital flight).

Peran investor domestik yang kuat di pasar modal negara berkembang seperti Indonesia sangat penting untuk menjaga kestabilan pasar finansial domestik.

Status layak investasi dibarengi kenaikan peringkat utang telah membangun persepsi positif berinvestasi di pasar modal. Namun tetap harus diwaspadai beberapa risiko yang dapat memicu keluarnya dana asing, antara lain perubahan kebijakan moneter, arah pergerakan suku bunga, faktor politik, perlambatan ekonomi global, dan tekanan perang dagang yang bisa kembali bergejolak.

Fundamental ekonomi yang kuat, kebijakan moneter dan fiskal yang tepat, serta implementasi kebijakan ekonomi yang efektif dapat meningkatkan pertumbuhan investasi Indonesia.

Kami memperkirakan stabilitas makro ekonomi dalam negeri masih tetap terjaga dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada 2019 dan 2020. Ruang penurunan suku bunga acuan pun masih terbuka seiring terkendalinya inflasi dan kebijakan The Fed yang semakin dovish, sementara nilai tukar rupiah terhadap dollar AS masih kompetitif di kisaran 14.200–14.400 tahun ini dengan volatilitas yang lebih rendah dibandingkan tahun 2018.

Kondisi ini akan menjaga kepercayaan investor dan mendorong semakin besarnya aliran dana investasi ke pasar domestik.♦

Reny Eka Putri
Senior Quantitative Analyst Office of Chief Economist Bank Mandiri



TERBARU
Terpopuler

[X]
×