kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Risiko Baru

oleh Cipta Wahyana - Managing Editor


Jumat, 14 Februari 2020 / 11:58 WIB
Risiko Baru
ILUSTRASI.

Sumber: Harian KONTAN | Editor: Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - Pekan lalu, ranah finansial dihebotkan oleh peristiwa pembobolan rekening bank milik jurnalis senior Ilham Bintang. Selain modus baru, kasus ini menguak potensi risiko anyar di era mobile banking atau m-banking.

Kepraktisan yang ditawarkan m-banking, m-payment, m-shop, m-invest, dan aneka fasilitas turunan lainnya telah membuat popularitas cara bertansaksi baru itu meroket. Maklum, kini, hampir semua transaksi perbankan bisa dilakukan di telepon seluler.

Namun, tanpa sadar, dengan memanfaatkan m-banking, kita juga menumpuk risiko di dalam satu gawai telepon seluler kita. Bayangkan, kita bertransaksi menggunakan telepon seluler; sementara nomor telepon seluler (yang digunakan untuk pengiriman one time password atau OTP), dan juga email yang lazim menjadi benteng pengaman juga ada di telepon seluler yang sama.

Demi mengantisipasi risiko ini, nasehat yang sering muncul adalah: Jagalah teleponmu seperti engkau menjaga dompetmu! Benar, di zaman sekarang, telepon seluler ibarat dompet. Jangan sampai hilang!

Tapi, menjaga telepon seluler saja belum cukup. Peristiwa yang menimpa Ilham Bintang menujukkan bahwa kita bisa kehilangan kendali atas m-banking tanpa harus kehilangan fisik telepon seluler kita.

Kali ini, modus si pembobol canggih. Berbekal informasi data pribadi dari akses Sistem Informasi Lembaga Keuangan (SILK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), komplotan pelaku membuat kartu identitas palsu, menukar nomor seluler, dan kemudian mengambil alih kedali m-banking korban. Setelah tahap ini, pembobolan mudah dilakukan.

Peristiwa yang menimpa Ilham Bintang memberikan pelajaran sangat berharga bagi masyarakat yang semakin gandrung memanfaatkan fasilitas m-banking. Antisipasi ekstra harus dilakukan selain sekadar menjaga telepon seluler masing-masing. Bentuknya bisa berupa penggantian kata kunci email secara berkala, pembatasan rekening yang dikendalikan lewat m-banking, dan masih banyak lagi.

Bagaimana dengan risik-risiko yang berada di luar kendali nasabah? Sebut saja keamanan data SILK, standardisasi aplikasi yang saling terhubung dalam ekosistem m-banking, dan risiko-risiko lain yang ada dalam kendali pelaku industri keuangan maupun pengawas. Tentu, kita berharap seluruh pemangku kepentingan segera mengambil langkah-langkah konkret untuk meningkatkan keamanan dan kualitas perlindungan nasabah.

Penulis : Cipta Wahyana

Managing Editor




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×