kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR15.237
  • EMAS623.158 -0,48%

Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pajak: Ada penerimaan dari pembayar pajak baru

Senin, 08 Oktober 2018 / 14:20 WIB

Robert Pakpahan, Direktur Jenderal Pajak: Ada penerimaan dari pembayar pajak baru
ILUSTRASI. DIALOG - Robert Pakpahan, Dirjen Pajak



Target penerimaan pajak di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 mencapai Rp 1.424 triliun. Tapi, memasuki bulan kesembilan tahun ini, penerimaan pajak yang masuk ke kas negara belum sampai 60% dari target. Direktorat Jenderal Pajak tinggal punya waktu empat bulan untuk mengejar target penerimaan pajak.

Pekerjaan Direktorat Jenderal Pajak berat. Di sisa waktu 2018 yang tinggal empat bulan lagi, mereka masih harus mengisi pundi-pundi penerimaan pajak yang baru separuh lebih sedikit terisi.

Apa strategi Direktorat Jenderal Pajak untuk mengejar target penerimaan? Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan memaparkannya kepada wartawan Tabloid KONTAN Nina Dwiantika, Rabu (5/9). Berikut nukilannya:

KONTAN: Sejauh ini, berapa penerimaan pajak?
ROBERT:
Realisasi penerimaan pajak tahun ini sampai 31 Agustus  sebesar Rp 799,47 triliun, atau tumbuh 16,52% dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 686,14 triliun.

Artinya, penerimaan pajak sudah 56,14% dari target APBN 2018. Bila tidak memperhitungkan penerimaan dari uang tebusan tax amnesty selama Januari hingga Maret 2017, maka penerimaan pajak tumbuh 18,59% per 31 Agustus 2018. Dengan perhitungan, penerimaan pajak tanpa tax amnesty sebesar Rp 674,14 triliun di 31 Agustus 2017.

KONTAN: Apa saja yang menjadi pendorong pertumbuhan penerimaan?
ROBERT:
Ada sederet faktor yang mampu mendongkrak pertumbuhan penerimaan pajak. Misalnya, pertumbuhan ekonomi, kinerja Direktorat Jenderal Pajak, dan penambahan kepatuhan wajib pajak.

Tentu, dari pertumbuhan ekonomi sudah terlihat dari pertumbuhan tahun lalu 5,07% secara real. Tetapi secara nominal ditambah inflasi 3,2% maka pertumbuhan kurang lebih 8,3% hingga 8,4%.

Dengan pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 16,52%, ini menunjukkan ada penerimaan pajak dari basis baru. Pembayar pajak baru ini merupakan efek jangka panjang dari program pengampunan pajak yang berlangsung pada 2016 hingga 2017 lalu.

Tax amnesty telah membentuk basis pajak baru. Tadinya, wajib pajak tidak melapor pajak, kemudian mereka mulai melaporkan pajaknya.

Basis pajak baru artinya, saat tax amnesty berlangsung para wajib pajak mendeklarasikan aset-aset baru. Kurang lebih nilai deklarasi harta wajib pajak Indonesia dari tax amnesty ada Rp 4.800 triliun. Jadi, pajak baru tersebut ada dalam bentuk penerimaan dari perusahaan atau rumah yang disewakan.

KONTAN: Sektor usaha apa yang menyumbang penerimaan pajak terbesar?
ROBERT:
Dari sisi sektoral, ada tiga sektor ekonomi yang mencatat realisasi penerimaan pajak dengan pertumbuhan dua digit. Contohnya, sampai 31 Agustus 2018, pendapatan pajak dari industri pengolahan mencapai Rp 224,38 triliun atau tumbuh 30,1%.

Kemudian, dari sektor perdagangan sebesar Rp 151,23 triliun atau tumbuh 20,3%. Dan, dari sektor jasa keuangan Rp 99,64 triliun atau tumbuh 13,4%. Sedang dari sektor pertambangan Rp 47,44 triliun atau tumbuh 6,4%.

Nah, tiga sektor tersebut, industri pengolahan, perdagangan, dan jasa keuangan sudah berkontribusi sekitar 60% terhadap penerimaan pajak.  


Pajak

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0012 || diagnostic_api_kanan = 0.0841 || diagnostic_web = 4.5439

Close [X]
×