kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.595
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS610.041 0,33%

RUU Kewirausahaan dorong bisnis start up

Senin, 12 Februari 2018 / 13:36 WIB

RUU Kewirausahaan dorong bisnis start up



Start-up

Banyak nada negatif yang ditujukan kepada bisnis kuliner Gibran. Nada meremehkan kerap didengar menyikapi bisnis individu yang dijalankan anak Presiden Jokowi itu.

Untuk sebagian kelompok ini, bisnis kuliner dan menjajakan martabak seharusnya bukan levelnya dijalankan oleh anak presiden. Harusnya, atau idealnya, bisnis anak Presiden yang dekat dengan kekuasaan itu, terkait dengan bisnis strategis seperti energi dan sumber daya mineral, infrastruktur kepelabuhanan, bandar udara, pembangunan jalan tol, dan bidang lain yang strategis.

Bisnis yang high investment dan high capital, memang selama ini menjadi image yang melekat dengan penguasa dan lingkaran terdekatnya. Tampaknya hal itu bertolak belakang dengan bisnis kuliner yang dijalankan anak Presiden Jokowi. Sebenarnya, fenomena apa yang terjadi ini?

Pertama, di kalangan anak muda masa kini ada nilai yang tolak ukurnya berbeda dengan masa lalu. Hal itu bisa dilihat misalnya dalam pemilihan profesi bergengsi masa kini yang mungkin di masa lalu diremehkan. Profesi sebagai chef misalnya, saat ini terdengar dan terlihat seksi di banyak anak muda.

Demikian pula profesi sebagai pemandu wisata dan hotelier, menjadi primadona baru yang menjanjikan masa depan yang cerah.  Terbukti bisnis kuliner, hotel dan perjalanan wisata, menjadi tiga serangkai yang melekat dalam kehidupan manusia modern. Makan dan traveling menjadi kegemaran kekinian. Oleh  karena itu, industri dan profesi yang melekat dengannya akan mendapat tempat di benak konsumen.

Kedua, bisnis start up haruslah dihargai, khususnya bisnis yang berpotensi bertumbuh di masa mendatang (scale up business). Kita tidak tahu bisnis kecil yang ada di depan mata saat ini, di masa mendatang bisa menjadi raksasa yang disegani dan menjadi kebanggaan bangsa. Hal serupa terbukti pada setiap bisnis raksasa yang eksis bertahun-tahun hingga saat ini dan menjadi tumpuan hidup banyak orang, serta harapan dan kebanggaan bangsa.

Jangan remehkan bisnis kuliner, sekecil apapun bisnis itu. Bukankah produk makanan super cepat saji yang eksis saat ini di pasaran domestik kita banyak dibanjiri produk food and beverages asing? Sebaliknya, tidakkah kita berteguh dalam pengharapan agar fenomena itu berbalik di masa-masa selanjutnya?

Produk makanan dan minuman lokal dari tangan anak bangsa bisa menjadi tuan dan nyonya di negerinya sendiri, dan menjadi tamu yang terhormat di negara lain? Semoga RUU Kewirausahaan menjadi kekuatan baru yang positif untuk merubah wajah Indonesia di masa depan.                                                       


Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0006 || diagnostic_api_kanan = 0.0508 || diagnostic_web = 0.3718

Close [X]
×